Media Kampung – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang resmi diberlakukan oleh PT Pertamina pada 24 Juni 2026 berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk pasar mobil bekas. Managing Director Carsome Indonesia, Gumgum Prijadi, mengakui bahwa kebijakan ini turut mempengaruhi segmen jual beli mobil bekas, meskipun pihaknya belum melakukan kajian mendalam.

Dampak Kenaikan BBM terhadap Pasar Mobil Bekas

Harga Pertamax (RON 92) di DKI Jakarta dan sekitarnya kini mencapai Rp 16.250 per liter, sementara Dexlite naik menjadi Rp 26.000 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp 27.900 per liter. Kenaikan ini diprediksi meningkatkan biaya operasional logistik dan berdampak pada daya beli konsumen. Gumgum Prijadi menegaskan bahwa dampak tersebut pasti ada, namun ia tetap optimis karena masih banyak pilihan mobil ekonomis di pasar mobil bekas.

Strategi Menghadapi Perubahan Pasar

Menurut Gumgum, konsumen akan lebih bijak dalam menyikapi kenaikan BBM. Carsome menawarkan beragam pilihan mobil dengan tipe dan kapasitas mesin yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, perusahaan terus memperluas jaringan showroom, seperti pembukaan showroom Carsome BSD Junction di Tangerang Selatan, untuk memberikan pengalaman yang lebih terhubung dan terpercaya.

Perilaku Konsumen yang Semakin Fleksibel

Gumgum juga menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini lebih fleksibel dalam berpindah antara eksplorasi digital dan interaksi langsung. Setiap lokasi showroom berperan penting dalam menghadirkan pengalaman yang terintegrasi, sekaligus memperkuat ekosistem otomotif yang transparan dan efisien.

Dengan langkah ekspansi ini, Carsome berupaya mendekatkan layanan kepada komunitas dan membangun infrastruktur jangka panjang untuk mendukung pasar mobil bekas yang lebih baik di tengah tantangan kenaikan BBM.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.