Media Kampung – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang dipantau melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mencatatkan kenaikan pada perdagangan Kamis, 12 Juni 2026. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives yang berlangsung dua hari berturut-turut.

Berdasarkan data dari KPBN, harga CPO di tingkat Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram, naik Rp175 atau sekitar 1,15 persen dibandingkan posisi Rabu (11/6/2026) yang berada di Rp15.255 per kilogram. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku tercatat Rp15.200 per kilogram.

Di sisi lain, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga menunjukkan tren positif. Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 ditutup naik RM30 per ton atau 0,66 persen menjadi RM4.568 per ton, setara dengan sekitar US$1.123,74 per ton pada jeda perdagangan siang hari.

Penguatan harga CPO di pasar global didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing. Data pasar menunjukkan harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian, Tiongkok, naik 0,51 persen, sementara harga kontrak minyak sawit Dalian menguat 0,88 persen. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai juga meningkat 0,38 persen.

Berikut rincian tender KPBN pada Kamis (12/6/2026) belum termasuk PPN: CPO Franco Dumai Rp15.400 per kilogram (WNI), FOB Talang Duku Rp15.200 per kilogram (WNI), Loco Parindu tanpa penawar, CPKO Franco Dumai Rp25.735 per kilogram (WD, penawaran tertinggi Rp25.125), IBP Loco Sei Mangkei Rp25.663 per kilogram (UNILEVER), FOB Lampung Rp25.661 per kilogram (WD, penawaran tertinggi Rp24.100), FOB Palembang Rp25.491 per kilogram (WD, penawaran tertinggi Rp24.325), dan IKIN (T2).

Perkembangan ini menunjukkan bahwa harga CPO domestik masih bergerak dinamis, seiring dengan sentimen positif dari pasar global yang didukung oleh penguatan harga minyak nabati lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.