Media Kampung – Panen raya udang vannamei yang digelar di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, berhasil memproduksi sekitar 80 ton udang berkualitas ekspor yang akan dikirim ke pasar internasional, termasuk China dan Amerika Serikat. Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan langsung proses panen yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan sektor perikanan nasional.
Kawasan BUBK Kebumen yang memiliki luas lahan sekitar 100 hektare dan terdiri dari 139 kolam produksi ini menerapkan standar budidaya modern dengan pengelolaan air yang ketat dan penggunaan teknologi canggih. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa hasil panen kali ini memenuhi seluruh standar industri sehingga layak untuk pasar ekspor.
Dalam panen siklus kedelapan tersebut, produktivitas mencapai target terbaik dengan hasil panen sekitar 80 ton udang vannamei. Menteri Trenggono menjelaskan bahwa menjaga kualitas air, benih udang, serta pemberian pakan secara efektif menjadi kunci keberhasilan produksi yang berkelanjutan di kawasan ini.
Presiden Prabowo menyoroti capaian swasembada pangan yang semakin kuat di Indonesia, termasuk di sektor perikanan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mengembangkan industri perikanan modern seperti yang diterapkan di Kebumen. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan replikasi model tambak ini di wilayah lain seperti Waingapu, Gorontalo, dan Pantura Jawa Barat dengan skala yang jauh lebih besar guna meningkatkan produksi protein nasional dan membuka peluang ekspor yang lebih luas.
Proyek BUBK Kebumen juga memberikan dampak positif secara ekonomi lokal dengan menyerap ratusan tenaga kerja, baik pekerja tetap maupun tenaga harian lepas, yang mayoritas berasal dari warga sekitar. Pendapatan dari hasil produksi udang ini juga memberikan kontribusi finansial yang nyata bagi kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Keberhasilan panen raya udang di Kebumen menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan budi daya udang berbasis teknologi tinggi dan manajemen yang baik mampu mendongkrak produktivitas dan kualitas hasil, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor perikanan global. Dengan kesiapan hasil panen ini untuk diekspor ke China dan Amerika Serikat, sektor perikanan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan