Media Kampung, JakartaJavi López menjadi sorotan utama setelah pelatih Feyenoord Giovanni van Bronckhorst menempatkannya di lini serang sebagai sayap kiri dalam laga melawan Barcelona. Keputusan tak terduga ini menimbulkan perbincangan luas di kalangan penggemar sepak bola Eropa.

Van Bronckhorst menjelaskan bahwa meskipun López adalah bek kiri, kemampuan menyerangnya yang cepat dan kecenderungan melakukan overlap membuatnya cocok untuk peran ofensif. “Kami tidak ingin mengubah formasi secara drastis, namun menyesuaikan peran pemain yang memiliki potensi maju ke depan,” ujar sang pelatih.

Baca juga:

Uniknya, UEFA sempat tidak menampilkan foto López dalam lineup resmi sebelum pertandingan, menandakan bahwa taktik tersebut tidak terduga bahkan bagi otoritas kompetisi.

Di sisi lain, film Spanyol “La bola negra” yang disutradarai oleh Javier Calvo dan Javier Ambrossi mencetak rekor baru bagi Netflix. Dengan anggaran di bawah 15 juta dolar, produksi yang melibatkan lokasi nyata di Spanyol berhasil menekan biaya jauh di bawah standar Hollywood yang biasanya mencapai 100 juta dolar. Film ini menampilkan Guitarricadelafuente, Penélope Cruz, dan Glenn Close, serta mengisahkan tiga pria gay pada era berbeda di Spanyol.

Baca juga:

Netflix mengamankan jendela eksklusif selama 46 hari di bioskop Amerika Serikat sebelum streaming pada 2 Desember, memecahkan rekor penayangan terlama platform tersebut, melampaui 30 hari yang sebelumnya dicapai oleh “Historia de un matrimonio”.

Kedua berita ini menegaskan bagaimana Javi López dan “La bola negra” masing‑masing menjadi sorotan dalam dunia olahraga dan hiburan, memperlihatkan dinamika inovasi dan strategi di panggung internasional.

Baca juga: