Media Kampung – Kalimantan Tengah kembali menunjukkan prestasi dan perkembangan penting di berbagai bidang. Dua pelajar asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Azham Alfarizqi dan Ajeng Bunga Safitri, berhasil lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat dan membawa nama harum Kalimantan Tengah pada pelaksanaan upacara kenegaraan 17 Agustus di Jakarta.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan disiplin kedua pelajar tersebut selama proses seleksi yang ketat. Ia berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya di daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan pendampingan penuh kepada kedua pelajar hingga rangkaian kegiatan Paskibraka selesai. Prestasi ini diharapkan menjadi momentum peningkatan pembinaan karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme di kalangan pelajar di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus fokus mengoptimalkan potensi daerah, terutama di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang masuk dalam zona tengah pengembangan wilayah bersama Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, dan Palangka Raya. Gubernur Agustiar Sabran menyoroti potensi besar Gumas di bidang sumber daya alam, pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan seni budaya Dayak.

Zona tengah ini difokuskan pada pengembangan sektor pertanian (food estate), perkebunan kopi dan sawit, pertambangan bauksit dan emas, perikanan air tawar, industri kreatif, produk hasil hutan, dan pelestarian kebudayaan. Pemerintah berkomitmen mendukung pemkab untuk memaksimalkan potensi tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi kenaikan gelombang laut hingga 2,5 meter di perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang pada 24 Juni 2026. Kondisi ini diakibatkan oleh meningkatnya kecepatan angin dan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, khususnya bagi kapal kecil dan nelayan tradisional. BMKG mengimbau agar pengguna jasa transportasi laut selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mempersiapkan langkah antisipasi untuk keselamatan.

Selain itu, Kalimantan Tengah menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tinggi, terutama di areal gambut kritis yang sudah mengalami hari tanpa hujan selama 30 hari. Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan guna mencegah kebakaran dan menjaga ketersediaan cadangan air di lahan gambut.

Langkah tersebut sangat penting untuk mengurangi kabut asap yang membahayakan kesehatan dan mengganggu mobilitas sosial masyarakat. Dengan dukungan langkah pencegahan dan pengembangan potensi daerah yang terencana, Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.