Media Kampung – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 2026 yang akan tiba pada 27 Mei, sejumlah harga komoditas pangan di Jakarta mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga ini terutama terjadi pada berbagai jenis cabai yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat saat momen Iduladha.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa cabai rawit merah mengalami lonjakan harga hampir 8 persen, mencapai Rp73.500 per kilogram. Begitu pula dengan cabai rawit hijau yang naik sekitar 7,44 persen menjadi Rp54.150 per kilogram, serta cabai merah keriting dan cabai merah besar yang masing-masing naik 6,09 persen dan 5,02 persen.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Bawang merah ukuran sedang juga tercatat naik sebesar 2 persen menjadi Rp48.350 per kilogram. Sedangkan untuk daging sapi, terdapat peningkatan harga meskipun relatif kecil, yakni sekitar 0,41 persen untuk kualitas satu menjadi Rp148.300 per kilogram dan 0,22 persen untuk kualitas dua mencapai Rp139.450 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan lainnya seperti telur ayam ras segar dan bawang putih ukuran sedang justru mengalami penurunan harga. Telur ayam segar turun sebesar 1,45 persen menjadi Rp30.500 per kilogram, dan bawang putih turun sekitar 0,39 persen menjadi Rp38.650 per kilogram. Harga gula pasir juga tercatat turun sedikit, baik yang kualitas premium maupun gula lokal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengaku terus memantau secara ketat fluktuasi harga pangan di ibu kota, terutama menjelang Iduladha agar harga tetap terkontrol. Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung berupaya keras menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah fenomena musiman ini.

Selain cabai dan bawang, harga beras juga mulai menunjukkan tren kenaikan. Beras kualitas bawah I tercatat mencapai Rp14.600 per kilogram, sementara beras kualitas super I naik tipis 0,29 persen menjadi Rp17.450 per kilogram. Harga minyak goreng curah juga sedikit meningkat menjadi Rp20.600 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bermerek berkisar di angka Rp23.100 hingga Rp23.900 per kilogram.

Kondisi ini mencerminkan tekanan permintaan yang meningkat menjelang Hari Raya Iduladha, di mana masyarakat biasanya membutuhkan bahan pangan dalam jumlah lebih banyak untuk berbagai keperluan seperti penyembelihan hewan kurban dan konsumsi keluarga. Pemantauan dan pengendalian harga pangan pun menjadi fokus utama agar dampak kenaikan harga tidak memberatkan masyarakat.

Dengan berbagai langkah pengawasan dan koordinasi yang telah dilakukan, diharapkan harga komoditas pangan di Jakarta dapat tetap terjaga stabil hingga dan sesudah perayaan Iduladha 2026. Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pangan strategis agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan lancar tanpa terbebani oleh kenaikan harga yang berlebihan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.