Media Kampung – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan akan melakukan pemeliharaan rutin di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang mulai 22 Mei hingga 2 Juni 2026. Pemeliharaan ini meliputi perbaikan struktur jalan dan pengaspalan ulang yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan serta kualitas layanan bagi para pengendara.

Proyek tersebut menggunakan dua metode utama, yaitu rekonstruksi perkerasan jalan dan pengaspalan dengan teknik Scrapping, Filling, Overlay (SFO). Kegiatan ini merupakan bagian dari program preservasi berkala yang wajib dilaksanakan untuk menjaga kondisi permukaan aspal tetap prima dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) operasional jalan tol.

Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan secara bertahap dengan menutup sebagian lajur secara bergantian di titik-titik tertentu. Selama proses pengerjaan, lajur yang sedang diperbaiki tidak dapat dilalui kendaraan, namun lajur lainnya tetap dibuka agar arus lalu lintas tidak terhenti total. Proyek ini ditangani oleh Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad bekerja sama dengan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Untuk arah Jakarta, pengerjaan pengaspalan ulang (SFO) dijadwalkan berlangsung di beberapa titik. Lajur 1 di kilometer 13+570 hingga 13+350 akan dikerjakan pada 24-25 Mei 2026. Selanjutnya, lajur 1 di kilometer 13+335 sampai 13+105 direkayasa pada 29-30 Mei, dan lajur 3 di kilometer 19+725 hingga 19+600 dikerjakan pada 30-31 Mei 2026.

Selain itu, perbaikan rekonstruksi fondasi jalan juga dilakukan di sejumlah lokasi arah Jakarta. Di antaranya adalah akses bus Off Ramp Kebun Jeruk pada 23-25 Mei, bahu luar kilometer 23+475 sampai 23+175 pada 25-27 Mei, lajur 1 kilometer 13+280 sampai 13+105 pada 28-30 Mei, serta lajur 1 dari kilometer 9+890 sampai 9+850 pada 31 Mei sampai 2 Juni 2026.

PT Jasa Marga memastikan seluruh pengerjaan dilakukan sesuai standar teknis dan keselamatan jalan tol demi menjamin keamanan pengendara. Dengan pemeliharaan ini, diharapkan kualitas jalan tol Jakarta-Tangerang tetap terjaga dan mampu mendukung kelancaran mobilitas di salah satu jalur vital di Jabodetabek tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.