Media Kampung – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung sebagai relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla dan sempat ditahan oleh militer Israel kini telah dibebaskan dan dalam proses pemulangan menuju Tanah Air. Informasi ini dikonfirmasi oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada Kamis, 21 Mei 2026, setelah menerima pembaruan dari tim hukum yang mendampingi para aktivis tersebut.
Para relawan tersebut sebelumnya ikut dalam pelayaran misi kemanusiaan yang bertujuan memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat sipil Palestina di Gaza. Mereka ditahan oleh militer Israel dalam operasi keamanan yang berlangsung, namun seluruh aktivis dari Global Peace Convoy yang berjumlah 428 orang telah dibebaskan bersamaan dengan sembilan WNI tersebut.
Proses pemulangan dilakukan melalui jalur diplomatik internasional dengan koordinasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi secara resmi bahwa sembilan WNI kini sedang dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, sebagai tahap awal pemulangan.
Para aktivis akan diberangkatkan dari Bandara Umm Al Rashrash atau yang dikenal juga sebagai Bandara Eilat/Ramon dengan menggunakan penerbangan Turkish Airlines khusus yang disewa Pemerintah Turki. Informasi dari tim pemantau menyebutkan bahwa mereka akan menggunakan tiga penerbangan dengan nomor TK 6919, TK 6921, dan TK 6925.
Selain itu, proses pemulangan ini tidak lepas dari dukungan solidaritas internasional yang memberikan tekanan kemanusiaan terhadap Israel, sehingga berkontribusi pada pembebasan para aktivis kemanusiaan tersebut. Legal Center sebagai tim hukum terus memantau proses deportasi dan transit demi memastikan keamanan dan kelancaran pemulangan.
Syamsul Ardiansyah, aktivis GPCI sekaligus Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa relawan akan menjalani pemeriksaan oleh pihak Israel berupa wawancara sebelum dipindahkan ke bandara untuk dideportasi. Sesampainya di Turki, para relawan juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik dan menangani luka-luka yang dialami selama dalam tahanan militer Israel.
Misi Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional yang melibatkan aktivis dari berbagai negara sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina. Pembebasan dan pemulangan para relawan ini menjadi kabar positif yang menunjukkan hasil dari upaya diplomasi dan solidaritas global terhadap isu kemanusiaan di wilayah konflik.
Dengan proses pemulangan yang tengah berlangsung, para relawan diharapkan dapat segera kembali ke Indonesia setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pemulihan di Turki. Situasi di lapangan masih dinamis sehingga perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau oleh pihak terkait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan