Media Kampung – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, menyatakan optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 dalam rapat paripurna DPR.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Target ini dianggap menantang, namun realistis apabila disertai dengan strategi ekonomi dan kebijakan fiskal yang agresif dan konsisten.

Herman menambahkan, pemerintah juga menetapkan target pendapatan negara sebesar 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB), sedangkan belanja negara diproyeksikan sekitar 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB pada 2027. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN pada rentang yang aman, yakni antara 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB.

Selain itu, target inflasi nasional dijaga pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen sebagai indikator stabilitas harga barang dan jasa. Asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga diperkirakan berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500, yang dinilai cukup adaptif dalam menghadapi dinamika global.

Herman menggarisbawahi pentingnya penguatan ekspor dan pengurangan ketergantungan impor untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menilai pemerintah perlu terus mendorong hilirisasi industri dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri sebagai langkah strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Presiden Prabowo dalam pidatonya juga menegaskan bahwa suku bunga surat berharga negara tenor 10 tahun diperkirakan berada di kisaran 6,5 hingga 7,3 persen. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan finansial negara.

Dengan berbagai target dan strategi tersebut, BAKN DPR optimis APBN sebagai instrumen utama dapat memperkokoh sendi-sendi negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan pada tahun mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.