Media Kampung – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertujuan untuk menenangkan masyarakat. Pernyataan tersebut merespons isu pelemahan rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.500 per dolar AS.

Misbakhun meminta masyarakat agar tidak salah paham terhadap pernyataan Presiden Prabowo. Ia menjelaskan bahwa Presiden ingin memastikan publik tidak panik dan tetap tenang menghadapi isu yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Hal ini disampaikan Misbakhun dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu, 17 Mei 2026.

Lebih lanjut, Misbakhun menuturkan bahwa arahan Presiden Prabowo menjadi pengingat bagi BI agar mengendalikan nilai tukar rupiah secara efektif. Ia menambahkan bahwa sebagian transaksi dolar yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan bahan baku impor, yang menjadi perhatian pemerintah karena berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo sebelumnya menanggapi isu pelemahan rupiah saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. Ia mempertanyakan narasi yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia akan kolaps atau chaos lantaran fluktuasi nilai tukar rupiah. Presiden menegaskan bahwa masyarakat di desa tidak menggunakan dolar dalam transaksi sehari-hari, sehingga kekhawatiran tersebut dinilai berlebihan.

Presiden juga mengungkapkan keheranannya terhadap pihak-pihak yang terus menyebarkan narasi negatif terkait ketahanan ekonomi nasional. Ia menyebut bahwa di tengah kepanikan banyak negara lain, kondisi pangan dan energi di Indonesia masih aman dan stabil, berkat karunia dari Yang Mahakuasa.

Dengan adanya pernyataan Presiden Prabowo dan dukungan DPR, diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi. Bank Indonesia pun diberi ruang untuk mengambil langkah strategis demi menjaga nilai rupiah agar tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.