Media Kampung – Kayu-kayu yang terdampar di pesisir pantai Tabanan, Bali, berhasil diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Wayan Sudira, melalui usahanya Ulu Sari Handicraft, mengubah limbah kayu laut menjadi barang kerajinan yang kini merambah pasar ekspor internasional.
Wayan memandang tumpukan kayu yang terbawa ombak bukan sekadar sebagai sampah, melainkan kesempatan bisnis yang mampu mendukung perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ide ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam hal konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta perlindungan ekosistem laut.
Sejak bergabung dengan PNM Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada 2017, Wayan mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan yang intensif. Dukungan tersebut membantu pengembangan usaha menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ulu Sari Handicraft kini mengoperasikan dua workshop di Singaraja dan Tegallalang, Bali, dengan sekitar 45 pekerja yang sebagian besar merupakan warga sekitar, keluarga, dan mantan pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Kehadiran usaha ini memberikan alternatif penghidupan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Di masa pandemi, ketika banyak usaha mikro dan kecil mengalami kesulitan, permintaan terhadap produk Ulu Sari Handicraft justru meningkat. Produk kerajinan dari kayu terdampar tersebut rutin dikirim ke berbagai negara seperti Selandia Baru, Australia, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan minat global terhadap produk ramah lingkungan.
Wayan menyampaikan, “Dari kayu yang terbuang, astungkara bisa menjadi rezeki untuk keluarga, karyawan, dan orang-orang di sekitar.” Usaha ini bukan hanya soal bisnis, melainkan wujud rasa syukur dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap usaha ini terus memberikan manfaat dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Bali.
Kisah Ulu Sari Handicraft menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dan pemberdayaan dapat mengubah limbah menjadi sumber pendapatan yang bermakna. Kayu yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan kini bertransformasi menjadi produk bernilai tinggi sekaligus membuka kesempatan kerja yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan