Media Kampung – Banjir melanda sejumlah daerah di Indonesia selama dua hari terakhir, menyebabkan ribuan warga terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat kejadian banjir yang terjadi di beberapa provinsi dengan dampak yang bervariasi.
Banjir terparah terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, setelah tanggul Sungai Plumbon jebol akibat intensitas hujan yang tinggi. Peristiwa ini berujung pada satu korban meninggal dunia, sementara seorang warga masih dalam pencarian tim SAR. Enam kelurahan di tiga kecamatan terdampak dengan ketinggian air yang berkisar antara 20 hingga 150 sentimeter. Banjir ini berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 15-16 Mei 2026.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang merendam 10 desa di tiga kecamatan berbeda. Sebanyak 324 kepala keluarga atau sekitar 1.296 jiwa terdampak bencana ini. Namun, kondisi air mulai surut sejak kemarin, menunjukkan adanya perbaikan di lapangan.
Di sisi lain, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami banjir disertai longsor yang menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah fasilitas umum. Puluhan rumah warga, sarana pendidikan, tempat ibadah, jembatan, dan bendungan irigasi mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Kota Binjai, Sumatera Utara, juga terdampak banjir yang merendam Kelurahan Rambung Barat. Sebanyak 233 kepala keluarga atau 857 jiwa terkena dampaknya, meskipun seluruh warga tetap bertahan di rumah masing-masing tanpa harus mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan masyarakat untuk selalu siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan tas siaga bencana serta rencana darurat keluarga sebagai langkah antisipasi bencana.
“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk secara rutin memantau Tinggi Muka Air (TMA), dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama,” ujar Abdul Muhari dalam siaran pers resmi BNPB.
BNPB juga mengimbau warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika agar dapat mengambil tindakan tepat saat menghadapi ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan