Media Kampung – Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Palu dan Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah pada Sabtu sore, 16 Mei 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian gempa tersebut terjadi sekitar pukul 15.34 WIB dengan pusat gempa berada di darat, tepatnya 21 kilometer utara Sigi pada kedalaman 10 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palukoro. Lokasi episenter dan kedalaman hiposenter mengindikasikan bahwa gempa ini bukanlah gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan masyarakat dan hasil pemantauan BMKG yang menunjukkan dampak getaran terutama di Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
Menurut data BMKG, intensitas getaran gempa ini bervariasi di beberapa wilayah. Di beberapa titik, gempa dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) IV, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah, dengan efek seperti gerabah yang pecah dan pintu atau jendela yang berderik. Di lokasi lain, getaran dirasakan dengan intensitas MMI III, yang menggambarkan getaran nyata di dalam rumah yang terasa seperti ada kendaraan berat yang melintas.
Hingga pukul 17.00 WITA, BMKG mencatat adanya satu gempa susulan dengan magnitudo 1,7 dan kedalaman 5 kilometer. Meski demikian, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Djati Cipto mengimbau masyarakat di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Sigi untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Gempa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di wilayah yang sering mengalami aktivitas seismik. BMKG terus memantau situasi dan membuka kanal informasi resmi guna memberikan update terkini kepada masyarakat. Sampai saat ini, aktivitas gempa susulan terpantau minimal dan tidak menunjukkan tanda-tanda peristiwa yang lebih besar.
Dengan penjelasan resmi dari BMKG, masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik dalam menghadapi gempa ini. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan terus meningkatkan koordinasi dalam mitigasi bencana untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa susulan di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan