Media Kampung – Tim gabungan dari PKH Kemensos, Dinas Sosial PPPA, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang turun ke lapangan untuk memverifikasi ulang data 33 calon siswa Sekolah Rakyat (SR). Kegiatan ini berlangsung di tiga kecamatan, yaitu Camplong, Pangarengan, dan Kota, pada Jumat, 26 Juni 2026. Fokus utama verifikasi adalah menekan risiko exclusion error atau kesalahan pengecualian data.
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat calon siswa dari keluarga sangat miskin yang justru tercatat dalam desil tinggi pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Ketua Tim Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kemensos wilayah Sampang, Muhammad Hakim, menegaskan pentingnya pengecekan ulang ini sebelum rapat pleno digelar minggu ini. “Kami memastikan siswa SR layak dan tepat sasaran, kami turun ke lapangan untuk memastikan data di luar prelist yang perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan ke sekolah SR,” ujar Hakim.
Meski program menyasar desil satu dan dua, tim juga mempertimbangkan calon siswa di luar desil tersebut yang kondisinya sangat layak diadvokasi. Beberapa variabel kerentanan yang dinilai meliputi status anak yatim piatu, anak terlantar, putus sekolah, hingga korban broken home. Petugas BPS, Elsiana Resti Insani, menyampaikan bahwa pihaknya fokus memastikan data exclusion error layak masuk desil 1 dan 2. “BPS fokus ke data calon siswa yang non desil 1-2 diseleksi di lapangan. Hasil hari ini calon siswa 3-10 memang layak datanya, tinggal dilengkapi update data dan diajukan menjadi siswa SR,” kata Elsi.
Selanjutnya, seluruh data akan ditinjau kembali untuk menentukan calon siswa yang paling berhak bersekolah di SR, yaitu mereka dalam kondisi paling rentan. Verifikasi ini menjadi langkah krusial agar bantuan pendidikan tepat sasaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan