Media Kampung – Kementerian Sosial (Kemensos) terus mempercepat transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan menguji coba aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di 42 kabupaten dan kota di Indonesia. Kota Surabaya menjadi salah satu daerah yang dipilih dalam piloting ini.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyatakan bahwa uji coba di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi dan tes sistem digitalisasi bansos yang berlangsung di 42 daerah. “Hari ini kami memulai di Kota Surabaya, salah satu dari 42 kabupaten dan kota yang menjadi tempat kami melakukan uji coba dan tes terhadap proses digitalisasi penyaluran bansos,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi di Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jumat, 12 Juni 2026.
Digitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menunjukkan masih adanya bantuan sosial yang belum tepat sasaran. Pemerintah berupaya memperbaiki kualitas data penerima bantuan melalui sistem digital yang lebih terintegrasi.
Robben menjelaskan, perbaikan data menjadi prioritas untuk memastikan bansos diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak, sejalan dengan arahan Presiden. “Dengan digitalisasi inilah kita akan memperbaiki data dan memastikan penerima bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Sistem yang dikembangkan didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat verifikasi data penerima bantuan. Hasil verifikasi kelayakan penerima dapat diketahui dalam waktu 15 hingga 45 menit.
Kemensos menargetkan implementasi digitalisasi penyaluran bansos secara nasional pada 2027. Sementara pada 2026, fokus pemerintah adalah melakukan sosialisasi dan uji coba di berbagai daerah untuk memastikan sistem berjalan optimal sebelum diterapkan secara penuh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan