Media Kampung – Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia membawa CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam kunjungannya ke China untuk mendorong negara tersebut membuka pasar bagi perdagangan teknologi Amerika Serikat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Trump untuk memperbaiki hubungan dagang yang sempat tegang antara kedua negara, terutama di tengah perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI).

Trump menegaskan lewat unggahan di Truth Social bahwa Huang saat ini ada di dalam pesawat Air Force One bersamanya, membantah laporan media yang menyebutkan undangan Huang ke China sempat hilang. Selain Huang, rombongan Trump juga mengajak tokoh-tokoh penting lain seperti Elon Musk, Larry Fink, serta perwakilan dari perusahaan seperti Micron dan Qualcomm, termasuk Tim Cook yang dikenal sebagai “Tim Apple”.

Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi pertama Trump ke China sejak tahun 2017. Dalam pernyataannya, Trump menyampaikan bahwa ia akan meminta Presiden Xi Jinping untuk membuka China agar para ahli dan pelaku industri teknologi dari Amerika bisa bekerja sama dan mengembangkan inovasi.

Jensen Huang merupakan sosok strategis dalam misi ini karena sikapnya yang mendukung ekspansi teknologi Amerika ke China. Ia pernah menyampaikan keprihatinan terkait penurunan pangsa pasar Nvidia di China dan mendorong agar Amerika mengekspor teknologi AI secara agresif. Huang juga pernah mengungkapkan bahwa jika chip Nvidia tidak tersedia, China akan mengembangkan teknologinya sendiri, sehingga kerja sama menjadi pilihan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Meski sempat mengalami penurunan tajam pangsa pasar di China akibat berbagai larangan dan tarif, Nvidia masih menjadi perusahaan besar dengan nilai pasar yang menembus angka $5 triliun, berkat perannya dalam revolusi AI. Persetujuan China untuk impor GPU AI Nvidia tipe H200 baru-baru ini juga menunjukkan potensi kerja sama yang terus berkembang di sektor teknologi tinggi.

Dengan membawa Huang dan tokoh-tokoh kunci lainnya, Trump berharap kunjungannya dapat membuka pintu bagi kolaborasi teknologi yang lebih luas antara Amerika dan China. Rombongan dijadwalkan kembali ke AS pada 15 Mei, namun hasil dari pertemuan ini kemungkinan baru akan terlihat dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.