Media Kampung – Layanan dasar pascabencana di Sumatera mulai menunjukkan tanda pulih, kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi di Jakarta pada 25 Mei 2026.
Tito menegaskan bahwa fase tanggap darurat dan masa transisi kini bergerak ke arah yang lebih positif, menandai langkah awal pemulihan infrastruktur penting.
Pada tahap awal, semua pihak beroperasi di bawah komando langsung Presiden untuk menjamin respons cepat dan terkoordinasi di lapangan.
“Listrik, BBM, internet umumnya semuanya sudah berjalan lancar. Kecuali beberapa desa yang terisolir karena memang jalannya longsor,” ujar Tito setelah pertemuan.
Pernyataan itu mengacu pada kondisi listrik, bahan bakar, dan jaringan internet yang kini telah tersedia di sebagian besar wilayah terdampak.
Namun, beberapa desa terpencil masih mengalami keterbatasan akses karena jalan utama terhambat oleh longsor, sehingga penduduknya masih mengandalkan bantuan sementara.
Aktivitas pemerintahan di tingkat daerah juga mulai kembali normal, meski sejumlah kantor masih menggunakan fasilitas temporer akibat kerusakan bangunan.
Layanan kesehatan melalui rumah sakit dan puskesmas telah beroperasi kembali, meski beberapa fasilitas masih memerlukan optimalisasi untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Infrastruktur transportasi, termasuk jalan dan jembatan nasional, telah terhubung kembali, walaupun sebagian masih bersifat sementara dan memerlukan perbaikan lanjutan.
Data resmi menunjukkan bahwa 38 dari 52 kabupaten/kota di Sumatera telah kembali berstatus normal pascabencana, menandakan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan.
Pemerintah menargetkan agar semua wilayah kembali berfungsi penuh sebelum akhir tahun, dengan fokus pada penyelesaian akses jalan yang terputus.
Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana Sumatera yang disepakati antara DPR dan pemerintah menjadi landasan strategis untuk langkah selanjutnya.
Rencana tersebut mencakup penataan kembali jaringan listrik, distribusi BBM, serta pemulihan layanan internet di daerah yang masih terisolasi.
Selain itu, program bantuan sosial bagi korban bencana terus berjalan, memastikan kebutuhan pokok seperti pangan dan obat-obatan terpenuhi.
Tim Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bekerja sama dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk memantau progres di lapangan.
Tito menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral agar proses rehabilitasi dapat berlangsung tanpa hambatan birokrasi.
Ia juga mengingatkan bahwa pemulihan jangka panjang memerlukan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun kembali.
Dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, harapan kini mengarah pada pemulihan total layanan dasar di seluruh Sumatera dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan