Media Kampung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi sepakat bahwa perempuan tarekat merupakan ujung tombak ketahanan keluarga. Pernyataan ini disampaikan saat keduanya menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Idarah Aliyah Lajnah Wathanah JATMAN (Jamaah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah) di Pondok Pesantren Al Islahiyyah Mayan, Mojo, Kabupaten Kediri, pada 20-21 Juni 2026.
Rakernas yang mengangkat tema “Memperkokoh Peran Perempuan Tarekat dalam Membangun Keluarga dan Bangsa” ini juga dihadiri Mudir Ali JATMAN Ali Masykur Musa, Pengasuh Ponpes Al Islahiyyah KH Nadjib Zamzami, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa perempuan tarekat tidak hanya berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang tangguh secara spiritual, sosial, dan ekonomi. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan sosial seperti pengasuhan anak, kesehatan mental, penyalahgunaan teknologi digital, hingga maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, peran perempuan menjadi semakin penting dalam menghadirkan ketenangan dan pendampingan spiritual di lingkungan keluarga.
Khofifah juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak psikologis akibat jeratan pinjol ilegal. Berdasarkan kunjungannya ke Rumah Sakit Menur Surabaya, masih ditemukan pasien yang mengalami gangguan psikososial akibat tekanan ekonomi karena tidak mampu melunasi pinjaman online, dengan mayoritas adalah anak muda dan perempuan. Ia mengajak keluarga untuk membangun ketahanan keluarga melalui komunikasi yang hangat dan terbuka antara orang tua dan anak.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya memperkuat tiga dimensi dakwah secara bersamaan, yaitu dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dan dakwah bil maal, serta mendorong kemandirian ekonomi umat agar dakwah semakin kuat.
Menteri PPPA Arifah Fauzi memberikan apresiasi atas konsistensi Wathanah JATMAN dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan keagamaan. Ia menekankan bahwa perempuan dan anak memiliki peran strategis menuju Indonesia Emas 2045, sehingga sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan perlu terus diperkuat. Arifah berharap Lajnah Wathanah JATMAN menjadi mitra strategis dalam kolaborasi memperkuat perempuan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Mudir Ali JATMAN Ali Masykur Musa menyebut kehadiran Gubernur dan Menteri PPPA menjadi penyemangat bagi peserta Rakernas untuk terus memperkuat khidmah organisasi melalui dakwah dan pembinaan spiritual. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat amaliah ruhaniyah melalui dzikir, istighasah, dan manaqib sebagai fondasi membangun pribadi berakhlak mulia dan masyarakat berkeadaban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan