Media Kampung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Tokoh Agama Sedunia yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 12 Juni 2026. Forum yang diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia dan Pemerintah Malaysia ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk penguatan peran generasi muda dan pencegahan penyalahgunaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Delegasi Indonesia yang hadir antara lain Ketua dan Wakil Ketua MPR, perwakilan MUI, serta Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin agama dari berbagai negara, termasuk utusan Tahta Suci Vatikan, Pater Markus Solo atau Padre Marco, sepakat bahwa generasi muda harus dilibatkan secara lebih luas dalam pembangunan masyarakat dan bangsa. Mereka menekankan pentingnya pendidikan, pembinaan moral dan keagamaan, serta penguatan ilmu pengetahuan bagi kaum muda. Selain itu, deklarasi bersama juga menyerukan agar para pemuda diberikan ruang untuk memperoleh pengalaman dan tanggung jawab dalam pengembangan diri.

Perkembangan teknologi yang pesat, terutama AI, menjadi sorotan utama. Para tokoh agama mengingatkan perlunya pendampingan agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan teknologi yang dapat merusak tatanan sosial. Pendidikan dan pendampingan dinilai sebagai tanggung jawab bersama, sehingga para pemimpin agama didorong mengambil langkah nyata di komunitas masing-masing untuk membekali kaum muda menghadapi tantangan zaman.

KTT ini dihadiri oleh Sultan Perak, Perdana Menteri Malaysia, dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia. Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi tuan rumah forum ini selama masa kepemimpinan Perdana Menteri yang sekarang. Setelah KTT, Padre Marco melanjutkan kunjungan silaturahmi ke Masjid Raya Negeri Sabah di Kota Kinabalu.

Partisipasi MUI dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen organisasi dalam isu-isu global yang relevan dengan umat Islam. Sebelumnya, Ketua MUI Kabupaten Simalungun, Drs KH Darjat Purba, juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Polres Simalungun yang berhasil mengungkap 43 kasus kejahatan 3C dan membongkar perdagangan satwa dilindungi. Hal ini menegaskan peran MUI dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.