Media Kampung – Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Mashum Faqih, menilai bahwa gaung peringatan Tahun Baru Hijriah di masyarakat dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun. Menurutnya, diperlukan inovasi kegiatan untuk membangkitkan kembali semarak pergantian tahun Islam tersebut.
Gus Mashum mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan semangat Hari Besar Islam melalui kegiatan yang kreatif dan menyentuh akar rumput. Salah satu contoh inovasi muncul pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang digelar adalah Gowes Muharam, dengan rute dari RSNU Babat menuju kawasan wisata Bukit Kapur Pegat. “Alhamdulillah, peringatan 1 Muharram yang dilaksanakan dengan gowes bersama ini menjadi momentum kebersamaan, kekeluargaan, mencari sehat, mencari berkah, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Gus Mashum.
Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban ini menegaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar seremoni tahunan atau ajang olahraga biasa. Ada misi besar yang diusung, yaitu menyatukan umat dan menebar energi positif. “Momentum seperti ini sangat positif karena mampu menyatukan masyarakat dari berbagai daerah,” imbuhnya.
Gus Mashum mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang membeludak, meskipun persiapan panitia tergolong sangat mepet, kurang dari satu minggu. “Bahkan setelah diumumkan hanya beberapa hari, antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan seluruh panitia,” ungkapnya.
Peserta gowes tidak hanya berasal dari Lamongan, tetapi juga dari Bojonegoro, Tuban, dan Gresik. “Kami berkomitmen kegiatan yang memadukan kesehatan fisik dan nilai-nilai religius ini bisa menjadi agenda yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan