Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Umat Buddha di Momen Hari Waisak 2570 BE

Media Kampung – Dalam perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) Tahun 2026 yang digelar di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan pesan sejuk yang mengajak umat Buddha dan seluruh masyarakat untuk menebarkan nilai-nilai perdamaian, cinta kasih, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama dan kehidupan bermasyarakat. Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Umat Buddha di Momen Hari Waisak 2570 BE tersebut disampaikan secara langsung di hadapan para Bhikkhu, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, serta ratusan umat Buddha dari berbagai daerah.

Makna dan Harapan di Balik Pesan Sejuk Bupati Mojokerto

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini mengucapkan selamat Hari Raya Tri Suci Waisak kepada seluruh umat Buddha, berharap peringatan tahun ini membawa kedamaian dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya. Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Umat Buddha di Momen Hari Waisak 2570 BE menegaskan pentingnya momentum Waisak sebagai saat refleksi nilai-nilai luhur ajaran Sang Buddha Gautama, seperti kebijaksanaan, pengendalian diri, cinta kasih, dan pengabdian kepada sesama.

Gus Barra menekankan bahwa nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Dengan mengusung tema “Menebar Cita, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”, peringatan Waisak mengajak umat Buddha untuk menjadikan Dharma sebagai pedoman hidup yang berlandaskan moralitas, kebajikan, dan kebijaksanaan. Dharma tidak hanya sekadar ajaran spiritual, melainkan juga sumber moral yang membimbing manusia hidup dengan kesadaran, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Penguatan Kebangsaan dan Toleransi melalui Pesan Sejuk Bupati Mojokerto

Selain itu, Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Umat Buddha di Momen Hari Waisak 2570 BE juga menyoroti pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, persaudaraan, dan welas asih di tengah keberagaman Indonesia. Semangat hidup rukun dan saling menghormati antarumat beragama dianggap sebagai modal sosial utama untuk menjaga persatuan bangsa dan mendukung pembangunan daerah.

Gus Barra mengapresiasi kerukunan masyarakat Kabupaten Mojokerto yang selama ini menjunjung tinggi nilai gotong royong, toleransi, dan harmoni antarumat beragama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Mojokerto yang maju, inklusif, dan sejahtera.

Peran Maha Vihara Mojopahit dan Kegiatan Sosial dalam Rangka Waisak

Pelaksanaan Waisak di kawasan Trowulan, yang menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Majapahit, memiliki makna historis dan simbolis yang mendalam. Gus Barra menyampaikan bahwa warisan sejarah tersebut mengajarkan bahwa kemajuan bangsa hanya bisa terwujud jika masyarakatnya mampu hidup berdampingan secara damai, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Umat Buddha di Momen Hari Waisak 2570 BE juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan, seperti bakti sosial, pelayanan kemasyarakatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata ajaran Dharma yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Semangat Kebersamaan Umat Buddha

Ketua Yayasan Lumbini sekaligus pengelola Maha Vihara Mojopahit, Rudy Budiman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Bupati Mojokerto dalam perayaan Waisak. Kehadiran Gus Barra menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mojokerto. Perayaan Waisak tahun ini juga dihadiri oleh umat Buddha dari berbagai kota seperti Mojokerto, Jombang, Kediri, Surabaya, dan Situbondo, menggambarkan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang kuat antarumat Buddha.

Memaknai Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Masa Depan

Pesan Sejuk Bupati Mojokerto untuk Umat Buddha di Momen Hari Waisak 2570 BE menjadi pengingat pentingnya menjaga kedamaian, cinta kasih, dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Dengan terus menegakkan nilai-nilai Dharma dan semangat persatuan, Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu memelihara keberagaman sekaligus mendorong kemajuan yang inklusif.

Melalui perayaan Waisak yang khidmat dan penuh makna di Maha Vihara Mojopahit, pesan tersebut menguatkan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik dengan semangat damai dan kasih sayang universal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.