Media Kampung – Peace Leader Indonesia menggelar kegiatan Peace Service di GBI Kasih Karunia, Jalan Gatot Subroto No. 3 Kepatihan, Jember, sebagai bentuk upaya memperkuat toleransi lintas agama di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini melibatkan 45 mahasiswa Kelas Pancasila 82 Universitas Jember yang diajak langsung mengunjungi rumah ibadah, berdialog lintas iman, dan melakukan aktivitas sosial bersama.

Dosen Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Jember, Katrin Leba S.Ag., M.Th., menyatakan pentingnya pengalaman nyata agar mahasiswa dapat memahami keberagaman agama dan budaya Indonesia yang bersatu melalui nilai Pancasila.

Sementara itu, Pendeta Drs. Djohan Rusli, M.Th., menegaskan bahwa moderasi beragama dalam kekristenan adalah pengamalan ajaran iman secara adil dan berlandaskan kasih untuk mencegah ekstremisme.

Djohan menjelaskan bahwa keterbukaan, solidaritas, dan dialog antarumat beragama harus dijalankan tanpa mengorbankan keyakinan dasar masing-masing, dengan prinsip kasih dan pelayanan untuk memperkuat kohesi sosial.

Andre, penggerak Peace Leader Jember, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memfasilitasi dialog langsung antara mahasiswa dan tokoh agama guna menghilangkan prasangka dan membangun pemahaman bersama tentang perdamaian dan persatuan.

Melalui Peace Service, Peace Leader Indonesia berharap semangat toleransi dan harmoni sosial dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda di Jember dan sekitarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.