Media Kampung – Hari Tasyrik merupakan momentum penting bagi umat Islam setelah perayaan Iduladha. Hari ini jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah, yang pada tahun 2026 bertepatan dengan 27 hingga 29 Mei.
Istilah Tasyrik berasal dari kata ‘tasyriq’ yang berarti arah terbit matahari. Nama ini berakar dari tradisi masyarakat Arab dahulu yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari untuk mengawetkannya.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Hari Tasyrik disebut sebagai waktu makan, minum, dan berzikir. Oleh karena itu, umat Islam dilarang berpuasa sunnah maupun puasa lainnya pada hari-hari ini.
Beberapa amalan yang dianjurkan selama Hari Tasyrik meliputi memperbanyak takbir setelah salat fardu, membaca tahlil dan tahmid sebagai ungkapan syukur, serta menjaga silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Kebersamaan saat menikmati hidangan kurban juga memperkuat nilai kepedulian sosial.
Momentum Hari Tasyrik mengajarkan pentingnya rasa syukur dan penghambaan kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui berbagai amal kebaikan. Dengan memahami keutamaan dan amalan Hari Tasyrik, umat Islam dapat memaknai momen ini lebih dalam dan menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan