Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Mina dengan lancar. Pergerakan fase Armuzna dari Arafah ke Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berlangsung sesuai rencana operasional.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pergerakan terakhir dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pukul 02.40 waktu Arab Saudi, dan seluruh jemaah selesai bergerak dari Muzdalifah menuju Mina pada pukul 07.00 waktu setempat. Area Muzdalifah pun dinyatakan steril setelah semua jemaah meninggalkan lokasi.
Maria menilai kelancaran proses Armuzna tahun ini berkat sinergi antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah. Ketertiban jemaah menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran pergerakan di setiap tahapan.
Saat ini, pelayanan difokuskan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya untuk pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik selanjutnya. Kemenhaj menyiagakan 751 petugas haji yang tersebar di Mina, tenda jemaah, dan pos layanan menuju Jamarat, serta dukungan di Masjidil Haram.
Petugas dibagi dalam sepuluh satuan ad-hoc yang bertanggung jawab atas 11 hingga 13 kawasan tenda jemaah. Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk mematuhi jadwal lontar jumrah dan menghindari aktivitas di siang hari saat suhu Mina mencapai 41 derajat Celsius.
Maria mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih dan membatasi aktivitas fisik. Kementerian Haji dan Umrah mendoakan agar seluruh jemaah mendapat kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air dengan status mabrur dan mabruroh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan