Media Kampung – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, masyarakat muslim di Indonesia mulai mempersiapkan berbagai tradisi, termasuk takbiran yang menjadi momen penting untuk mengagungkan kebesaran Allah. Kementerian Agama telah memastikan tanggal pelaksanaan Iduladha melalui sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Takbiran Iduladha biasanya dilantunkan pada malam hari setelah shalat Maghrib menjelang hari raya. Bacaan takbiran memiliki versi panjang dan pendek yang masing-masing mengandung kalimat pujian dan pengagungan kepada Allah SWT. Versi panjang takbiran mengandung pengulangan kalimat “Allahu Akbar” serta doa yang memuji kebesaran dan keesaan Allah, disertai dengan permohonan agar ibadah dilakukan dengan ikhlas meskipun menghadapi penolakan dari orang-orang kafir.

Berikut salah satu versi takbiran panjang yang sering digunakan, dilengkapi dengan tulisan Arab, latin, dan artinya: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar wa lillaahil hamdu” yang diulang sebanyak tiga kali. Selanjutnya, dilanjutkan dengan kalimat yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan segala puji hanya bagi-Nya, menegaskan keikhlasan dalam beribadah serta kemenangan Allah atas musuh-musuh-Nya.

Takbiran versi pendek yang juga populer memiliki isi yang lebih ringkas namun tetap mengandung inti dari pengagungan kepada Allah. Bacaan singkat tersebut berbunyi “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar walillaahil hamd.” Artinya menegaskan keagungan Allah dan pujian yang tulus dari hamba-Nya.

Penetapan tanggal Iduladha 1447 Hijriah ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers sidang isbat yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam TV pada Minggu, 17 Mei 2026. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga Iduladha yang bertepatan dengan 10 Zulhijah akan terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026.

Malam takbiran menjadi salah satu tradisi yang dirayakan secara meriah di berbagai daerah di Indonesia sebagai ungkapan rasa syukur dan semangat beribadah dalam menyambut Hari Raya Iduladha. Bacaan takbiran yang dipanjatkan secara bersama-sama menguatkan keimanan dan mempererat tali persaudaraan di antara umat Islam.

Dengan ketetapan resmi ini, masyarakat dapat mempersiapkan diri menyambut Iduladha sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pemerintah. Bacaan takbiran yang lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya menjadi panduan yang membantu umat Islam dalam menjalankan ibadah dan tradisi keagamaan dengan penuh makna.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.