Jakarta, 7 Oktober 2024 – Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyoroti penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, data tersebut harus dilihat secara komprehensif karena ada juga warga yang mengalami kenaikan kelas.

“Jadi di dalam kelompok-kelompok masyarakat yang disebut memerlukan bantuan kita paling bawah itu juga harus diperiksa, mana yang sudah naik kelas itu,” imbuh Gus Ipul.

Pemerintah Banyuwangi Perluas Sambungan Air Bersih di Desa Kaligondo
Baca juga:
Pemerintah Banyuwangi Perluas Sambungan Air Bersih di Desa Kaligondo

BPS mencatat jumlah kelas menengah di Indonesia pada tahun ini turun menjadi 17,13% dari proporsi masyarakat. Angka ini mengalami penurunan sejak 2019, di mana proporsinya saat itu mencapai 21,45%.

Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos akan memberikan bantuan kepada warga kelas menengah yang mengalami penurunan kasta. Bantuan akan diberikan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Kemensos.

Munas dan Konbes NU di Ploso Tetapkan Lokasi Muktamar Agustus 2026
Baca juga:
Munas dan Konbes NU di Ploso Tetapkan Lokasi Muktamar Agustus 2026

“Nah, Kementerian Sosial tentu akan ikut melakukan usaha-usaha dalam rangka mendukung mereka yang disebut sebagai pemerlu bantuan sosial,” ujar Gus Ipul di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (7/10/2024).

Selain itu, Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan program-program yang dapat menjaga daya beli masyarakat. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyampaikan bahwa penurunan kelas menengah diimbangi dengan kenaikan kelas sejumlah warga.

Ketua Umum Seruni KMP Tri Tito Karnavian Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan NTT
Baca juga:
Ketua Umum Seruni KMP Tri Tito Karnavian Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan NTT

“Jadi kita cermati, kita mengikuti dengan baik dan program-program yang membuat daya beli masyarakat terjaga itu akan kita teruskan,” kata Gus Ipul.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang rentan miskin pada 2019 tercatat 54,97 juta orang atau berproporsi 20,56%. Sementara itu, penduduk yang masuk level menuju kelas menengah pada tahun yang sama mencapai 128,85 juta orang atau berproporsi 48,20%.