Media Kampung – Produksi Boeing 737 Max mengalami keterlambatan yang menyebabkan penurunan signifikan pada harga saham perusahaan. CEO Boeing, Kelly Ortberg, mengungkapkan bahwa proses produksi pesawat ini akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan, terutama karena hambatan di pabrik sayap di Renton, Washington.
Hingga saat ini, kapasitas produksi Boeing 737 Max mencapai sekitar 47 unit per bulan. Meskipun mengalami hambatan, Boeing optimis dapat meningkatkan produksi pada tahun depan. Namun, pengumuman ini memicu koreksi saham Boeing lebih dari 5% pada sesi perdagangan sore.
Selain isu produksi, perhatian juga tertuju pada insiden yang terjadi pada pesawat Boeing 737-300 milik maskapai Iran, Sepehran Airlines. Pada 14 September 2026, pesawat tersebut mengalami getaran hebat saat melakukan rejected takeoff di Bandara Internasional Mashhad. Video yang beredar menunjukkan panel kabin bagian atas yang terlepas akibat getaran tersebut. Investigasi awal mengungkapkan bahwa masalah utama berasal dari kondisi buruk pada shimmy damper roda pendarat utama yang mengalami kebocoran, keausan, dan korosi, sehingga menyebabkan getaran berlebihan.
Kasus ini menambah kekhawatiran terkait keselamatan dan pemeliharaan pesawat Boeing 737 yang sudah beroperasi lama, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Di sisi lain, menarik perhatian dunia penerbangan adalah aktivitas penerbangan pribadi dari Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida menggunakan jet Boeing 737-800. Keduanya secara resmi memiliki sertifikasi penerbangan yang diperbaharui oleh otoritas penerbangan sipil Thailand dan secara langsung menerbangkan jet kerajaan dalam kunjungan kenegaraan ke Vietnam pada 14 September 2026. Kualifikasi mereka mencakup tipe pesawat Boeing 737 dari 300 hingga 900 serta pelatihan pilot tempur dan komersial yang lengkap.
Situasi produksi Boeing 737 yang terhambat dan berbagai insiden yang terjadi menjadi perhatian industri penerbangan global. Boeing berupaya meningkatkan kinerja produksi dan menjaga keselamatan operasional untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan investor.
Perkembangan ini penting bagi para pemangku kepentingan, termasuk investor pasar modal, maskapai penerbangan, dan penumpang yang mengandalkan Boeing 737 sebagai armada utama di berbagai rute penerbangan.













Tinggalkan Balasan