Media Kampung – Skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK pada tahun 2026 mengalami perubahan signifikan dengan rentang nilai baru dari 200 hingga 800. Perubahan ini diatur melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 yang menetapkan pedoman penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional.
Setiap peserta TKA akan menerima skor pada masing-masing mata pelajaran dengan pembulatan dua angka di belakang koma. Skor ini kemudian dianalisis dan dikategorikan ke dalam tiga tingkat capaian kemampuan, yaitu Baik, Memadai, dan Kurang. Selain itu, peserta yang mendapatkan skor minimal 725 pada setiap mata uji akan memperoleh predikat Istimewa, dengan catatan angka maksimum skor tetap 800.
Pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan pembagian gelombang utama dan khusus. Siswa kelas 12 SMA/MA/sederajat dan kelas 13 SMK/MAK (program 4 tahun) wajib mengikuti asesmen ini. Persyaratan peserta meliputi memiliki nomor induk siswa nasional (NISN) yang valid, serta laporan nilai semester gasal kelas 10 sampai genap kelas 11 atau sampai genap kelas 12 bagi SMK program 4 tahun. Siswa berkebutuhan khusus yang mampu mengerjakan secara mandiri juga dapat mengikuti TKA.
Universitas Teknologi Mataram (UTM) turut berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi akademik dan budaya sekolah aman melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula 2026 di SMK Darul Qur’an Bengkel, Lombok Barat. Program ini mengintegrasikan penguatan TKA Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berbasis Moodle dengan edukasi anti-bullying dan literasi hukum UU ITE. Selain itu, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah tersebut juga mendapatkan penguatan untuk mengelola dan melaporkan kasus kekerasan secara efektif.
Sementara itu, di Kota Cirebon, SMPN 4 menggelar tryout TKA untuk 428 siswa kelas 9 sebagai persiapan menghadapi ujian sesungguhnya. Tryout ini menggunakan metode “G-Solution” yang membantu siswa mengerjakan soal secara efektif dengan tujuan meningkatkan nilai TKA dan menghasilkan lulusan unggul. Kegiatan ini menunjukkan upaya sekolah dalam memetakan kemampuan akademik siswa sejak awal.
Perubahan dan persiapan TKA ini penting bagi siswa SMA dan SMK sebagai bagian dari proses seleksi masuk perguruan tinggi dan peningkatan kualitas akademik. Dengan memahami sistem skor baru, jadwal, dan persiapan yang tepat, siswa dapat mengikuti tes ini dengan lebih optimal dan meraih hasil yang terbaik.
Perubahan skor TKA yang signifikan dan dukungan program penguatan kompetensi menunjukkan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan menengah di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan menghadapi tantangan di dunia pendidikan dan pekerjaan.













Tinggalkan Balasan