Media Kampung, Gaza – Sebuah apartemen enam lantai di kawasan Tal al-Hawa, Gaza, runtuh pada Rabu malam, menyebabkan 21 orang tewas, termasuk 12 anak-anak. Bangunan tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan militer Israel yang terjadi beberapa kali sepanjang 2024 dan awal 2025.
Fakta Utama Runtuhnya Apartemen
Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa bangunan tersebut dihuni oleh lebih dari 100 orang yang mengungsi, dan runtuhnya apartemen juga menimpa rumah serta tenda di sekitarnya. Tim penyelamat bekerja selama berjam-jam mengevakuasi korban dari reruntuhan. Selain 21 korban meninggal, terdapat 45 orang yang terluka dan telah dirawat di rumah sakit setempat.
Kondisi Bangunan dan Risiko Penghuninya
Juru bicara badan pertahanan sipil, Mahmoud Bassal, menyatakan bahwa bangunan tersebut sempat mengalami kerusakan akibat serangan dan telah diperingatkan kepada warga agar tidak kembali menempatinya. Namun, banyak penduduk tetap tinggal karena keterbatasan tempat berlindung lain. Bassal menjelaskan, “Mereka tidak punya pilihan lain. Dengan tidak tersedianya tenda maupun rumah, mereka tinggal di bangunan yang retak dan rusak meskipun ada risiko runtuh.”
Dampak Serangan dan Kondisi Warga Gaza
Menurut data dari badan pertahanan sipil, sekitar 2.000 bangunan di Gaza berisiko runtuh akibat kerusakan yang berkepanjangan dari serangan militer. Komite Internasional Palang Merah juga telah menyediakan material untuk membantu proses pencarian korban. Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Ramiz Alakbarov, menekankan pentingnya menyediakan tempat tinggal yang aman bagi warga yang terdampak konflik.
Konteks Konflik dan Kerusakan Infrastruktur
Sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, serangan militer Israel telah menyebabkan kerusakan besar di Gaza, menghancurkan banyak bangunan dan menyebabkan jatuhnya puluhan ribu korban jiwa. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 73.700 orang telah meninggal dunia akibat konflik ini. Kerusakan infrastruktur mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menempati bangunan yang tidak layak huni.
Upaya Penyelamatan dan Bantuan
Tim penyelamat dan relawan bekerja keras menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi korban. Di Rumah Sakit Al-Shifa, para keluarga korban memberikan penghormatan terakhir, menunjukkan betapa besar duka yang dirasakan masyarakat Gaza akibat tragedi ini.













Tinggalkan Balasan