Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 16 September 2026, setelah sebelumnya sempat menguat. IHSG ditutup melemah 24,30 poin atau 0,38 persen ke level 6.436,85, menandai tekanan pasar yang cukup signifikan pada sesi sore.

Selain IHSG, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami koreksi, turun 3,80 poin atau 0,58 persen ke posisi 646,96. Kondisi ini terjadi di tengah dinamika pasar yang dipengaruhi oleh sentimen global dan keputusan kebijakan moneter Amerika Serikat yang dinanti-nantikan.

Baca juga:

Di sisi lain, lembaga pemeringkat Fitch secara resmi mempertahankan peringkat Indonesia Investment Authority (INA) pada level ‘BBB’ dengan outlook negatif. Meskipun pasar saham domestik melemah, rating INA tetap stabil, menandakan kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap fundamental INA meskipun ada risiko yang dipertimbangkan.

Sebelumnya pada sesi perdagangan pagi hari, IHSG sempat bergerak positif dan mencapai level tertinggi 6.526,81, didorong oleh sektor energi yang melonjak 5,49 persen. Sektor barang baku dan industri juga mencatat penguatan, masing-masing naik 1,12 persen dan 0,55 persen. Namun, tekanan pada sektor properti dan infrastruktur yang melemah masing-masing 3,13 persen dan 0,83 persen menahan laju indeks untuk bertahan di zona hijau.

Pergerakan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi sorotan dengan kenaikan signifikan hingga 19,85 persen yang membantu mendorong indeks pada pagi hari, meskipun akhirnya IHSG berbalik arah di sesi penutupan.

Baca juga:

Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga, yang menjadi perhatian utama pelaku pasar global dan domestik. Keputusan tersebut dinilai akan menentukan arah pergerakan pasar ke depan.

BNI Sekuritas mencatat bahwa IHSG memiliki potensi untuk menguat terbatas menjelang pengumuman The Fed, dengan level support di kisaran 6.400-6.450 dan resistance antara 6.500-6.540. Namun, risiko aksi jual asing masih menjadi perhatian, sebagaimana terlihat pada transaksi sebelumnya yang mencatat penjualan asing mencapai Rp 354 miliar dengan saham BMRI, BBRI, BBNI, CPIN, dan ASII menjadi yang paling banyak dijual.

Sejumlah rekomendasi saham yang dipantau menjelang keputusan The Fed meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga:

Pergerakan IHSG yang fluktuatif ini mencerminkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan faktor domestik. Investor disarankan untuk memperhatikan perkembangan kebijakan moneter internasional dan kondisi fundamental emiten sebelum melakukan transaksi.