Media Kampung – Newcastle Jets mengalami kekalahan telak 7-1 saat menghadapi Kashima Antlers dalam pertandingan pembuka Asian Champions League Elite di Jepang. Kekalahan ini mencerminkan awal yang sulit bagi tim Australia tersebut di kompetisi klub Asia setelah jeda panjang sejak terakhir berlaga pada 2009.
Dalam laga yang digelar di Kashima Stadium, Aleksandar Cavric menjadi bintang dengan mencetak hat-trick di babak pertama, memberikan keunggulan besar bagi Kashima, juara liga Jepang yang juga pernah menjuarai turnamen pada 2018. Kesalahan fatal dari kiper Newcastle, James Delianov, termasuk gol bunuh diri pada menit ke-19, semakin memperburuk posisi tim tamu.
Mark Milligan, pelatih Newcastle Jets, mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan besar karena kurangnya pengalaman di tingkat kontinental dan kondisi pra-musim yang belum matang, sementara Kashima sudah menjalani tujuh pertandingan Liga J1 musim ini. Meski begitu, Milligan menegaskan bahwa hasil tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih dan berjanji tim akan belajar dari pengalaman ini.
Patrick Wood berhasil mencetak gol hiburan pada menit ke-79, namun hal itu tak cukup mengangkat semangat Newcastle yang kini berada di dasar klasemen fase grup. Kekalahan ini menjadi pengingat tajam akan pentingnya kesiapan dan kekuatan skuad saat berkompetisi di level Asia.
Di pertandingan lain, Al-Nassr yang diasuh pelatih asal Australia, Ange Postecoglou, juga mengalami kekalahan 4-0 dari Al-Ain dari Uni Emirat Arab. Postecoglou menunjukkan frustrasi saat menghadapi pertanyaan wartawan mengenai performa timnya yang kurang maksimal, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca panas ekstrim yang memengaruhi stamina pemain.
Newcastle Jets akan kembali berlaga di kandang melawan Gamba Osaka, yang berhasil membuka kampanye dengan kemenangan 4-1 atas Cong An Ha Noi. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Jets untuk bangkit dan memperbaiki posisi mereka di turnamen.
Kekalahan berat ini menandai tantangan besar bagi klub Australia untuk bersaing di level Asia, sekaligus menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan kualitas dan pengalaman tim menghadapi kompetisi internasional.













Tinggalkan Balasan