Media Kampung, SerangBadan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 61 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten. Keputusan ini diambil karena sejumlah SPPG belum memenuhi standar yang ditetapkan, mulai dari fasilitas, administrasi, hingga sertifikasi hygiene dan sanitasi.

Fakta Utama Suspend SPPG di Banten

Koordinator Wilayah BGN Banten, Asep Royani, menjelaskan bahwa setiap SPPG memiliki persoalan yang berbeda-beda. Ada yang terkait fasilitas yang belum memadai dan ada pula yang mengalami kendala di bidang administrasi. Suspend ini bukan penutupan permanen, melainkan penghentian operasional sementara hingga pengelola dapat memperbaiki kekurangan tersebut.

Baca juga:

Standar yang Harus Dipenuhi

Selain fasilitas dan administrasi, BGN juga menekankan pentingnya pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi syarat utama untuk memastikan pengelolaan makanan memenuhi standar hygiene dan sanitasi yang ketat demi kesehatan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Proses pengurusan SLHS di setiap SPPG berjalan dengan tahapan berbeda, tergantung pada waktu mulai operasional masing-masing SPPG. Ada yang sudah memperoleh sertifikat, ada yang masih dalam proses, dan ada yang tinggal menunggu penerbitan. BGN memberikan tenggat minimal satu bulan bagi pengelola untuk mulai memproses sertifikat tersebut.

Baca juga:

Konteks dan Upaya Perbaikan

Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Banten. Oleh karena itu, BGN menegaskan pentingnya standar pelayanan yang baik agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan aman.

Asep menyatakan bahwa BGN pusat telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur proses perbaikan dan mendorong pengelola SPPG untuk segera menuntaskan administrasi dan perizinan. Data terbaru mengenai jumlah SPPG yang sudah mengantongi SLHS masih dalam proses pembaruan dan akan diinformasikan lebih lanjut oleh BGN.

Baca juga:

Dampak dan Harapan ke Depan

Penangguhan operasional ini diharapkan menjadi momentum pembenahan yang meningkatkan kualitas layanan SPPG di Banten. Dengan terpenuhinya standar fasilitas, administrasi, dan hygiene sanitasi, program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan lebih efektif dan aman untuk masyarakat penerima bantuan.

BGN terus memantau perkembangan perbaikan dan memberikan dukungan kepada pengelola agar SPPG dapat kembali beroperasi sesuai standar dalam waktu yang telah ditentukan.