Media Kampung, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pinjaman daring (pinjol) mencapai Rp105,63 triliun pada Juli 2026, meningkat 24,76% secara tahunan, sementara tingkat risiko kredit macet (TWP90) naik menjadi 4,32%.
Pinjaman daring, yang mencakup platform Peer‑to‑Peer (P2P) Lending, terus menarik minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Pada Juli 2026 terdapat 94 penyelenggara pinjol, dengan tujuh di antaranya belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum Rp12,5 miliar, namun semuanya telah menyampaikan rencana aksi kepada OJK.
Peningkatan TWP90 mengindikasikan risiko gagal bayar yang lebih tinggi. Angka 4,32% pada Juli 2026 naik dari 4,26% pada Juni 2026, menandakan perlunya pengelolaan kredit yang lebih ketat seiring pertumbuhan pinjaman yang cepat.
Industri pergadaian juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penyaluran pembiayaan pergadaian mencapai Rp160,78 triliun, meningkat 50,73% YoY, dengan produk gadai menyumbang Rp136,39 triliun atau 84,83% dari total.
Di sisi lain, kredit paylater (BNPL) masih relatif kecil, hanya 0,35% dari total kredit perbankan, namun nilai baki debetnya mencapai Rp31,56 triliun dan tumbuh 31,22% YoY. Jumlah rekening BNPL mencapai 33,5 juta pada Juli 2026, naik dari 32,77 juta pada bulan sebelumnya.
OJK terus memperkuat regulasi dengan menuntut kepatuhan modal dan mengawasi praktik penyaluran kredit. Penyedia pinjol yang belum memenuhi standar modal diminta menyelesaikan kekurangan melalui rencana aksi, sementara otoritas memperluas cakupan pergadaian secara nasional dengan menambah dua perusahaan.
Pertumbuhan pesat utang pinjol dan peningkatan risiko kredit macet menuntut kesadaran bagi konsumen dalam mengelola pinjaman serta kewaspadaan regulator dalam menyeimbangkan akses kredit dengan stabilitas keuangan.
| Indikator | Nilai Juli 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Outstanding Pinjol | Rp105,63 triliun | +24,76 % |
| TWP90 (Risiko Kredit Macet) | 4,32 % | +0,06 ppt |
| Pembiayaan Pergadaian | Rp160,78 triliun | +50,73 % |
| Produk Gadai | Rp136,39 triliun | — |
| BNPL (Baki Debet) | Rp31,56 triliun | +31,22 % |
| Rekening BNPL | 33,5 juta | +2,2 % |















Tinggalkan Balasan