Media Kampung, Jember – Perencanaan keluarga merupakan hak setiap individu untuk memastikan setiap kehamilan direncanakan, diinginkan, dan aman. Pemahaman ini menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas, bukan hanya sekadar membatasi jumlah anak.

Pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, CIMSA Universitas Jember mengangkat isu pentingnya perencanaan keluarga melalui siaran NGUMPUL di RRI Jember. Alvin Adicandra Wibowo, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember sekaligus perwakilan SCORA CIMSA UNEJ, menjelaskan bahwa program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh, termasuk kesehatan dan kesejahteraan ekonomi-emosional.

Baca juga:

Tantangan Budaya dan Risiko Kesehatan

Di Indonesia, perencanaan keluarga menghadapi berbagai tantangan budaya seperti anggapan “banyak anak banyak rezeki” dan stigma patriarki yang berdampak pada keterbatasan partisipasi laki-laki dalam KB. Fenomena 4T yang meliputi terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat jarak kelahiran, dan terlalu banyak melahirkan menjadi faktor risiko tinggi kematian ibu.

Selain itu, sekitar 40 persen kehamilan tidak direncanakan yang berisiko menimbulkan aborsi tidak aman, membahayakan nyawa ibu. Oleh karena itu, edukasi dan layanan KB yang tepat sangat dibutuhkan untuk menekan angka tersebut.

Baca juga:

Fase Kontrasepsi Berdasarkan Usia Reproduksi

Pemilihan kontrasepsi disesuaikan dengan fase usia reproduksi wanita:

  • Menunda Kehamilan (30-35 Tahun): Wanita di atas 35 tahun berisiko mengalami kehamilan berisiko tinggi. Kontrasepsi jangka panjang dan permanen seperti IUD, Implan, Tubektomi, atau Vasektomi direkomendasikan.

Pentingnya Skrining Pranikah dan Peran Suami

Pemeriksaan kesehatan pranikah penting untuk mendeteksi penyakit menular seksual dan kelainan genetik. CIMSA UNEJ juga menekankan pentingnya peran aktif suami dalam KB, mulai dari mendampingi konseling hingga menggunakan metode kontrasepsi seperti kondom atau vasektomi, agar beban tidak hanya ditanggung istri.

Baca juga:

Pemerataan Akses Pelayanan KB

Pemerintah bersama BKKBN dan Kementerian Kesehatan menyediakan layanan KB bergerak dan Mobil Unit Pelayanan KB (MUYAN KB) untuk menjangkau daerah terpencil, memberikan layanan kontrasepsi jangka panjang secara gratis.

Perencanaan keluarga yang matang menjadi fondasi untuk membangun keluarga yang sehat dan bangsa yang kuat. Dengan perencanaan yang baik, masa depan anak dan keluarga dapat terjamin dalam berbagai aspek kehidupan.