Media Kampung, Pangkalpinang – JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai upaya mendukung regenerasi petani dan pengembangan pertanian yang modern dan berkelanjutan di Indonesia.
Acara penyerahan beasiswa yang berlangsung pada Rabu (29) ini dihadiri oleh Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, serta jajaran rektorat UBB. Program ini tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membuka perspektif baru bagi generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan secara ekonomi dan membutuhkan keahlian teknologi serta kewirausahaan.
Regenerasi Petani sebagai Tantangan Utama
Persoalan regenerasi petani menjadi perhatian utama dalam pembangunan pertanian Indonesia. Mayoritas petani saat ini berusia di atas 45 tahun dan kurang diminati oleh generasi muda. Jerry Hermawan Lo menyoroti rendahnya tingkat pendidikan petani saat ini, dengan sekitar 80 persen petani tidak lulus SD, yang menjadi hambatan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian nasional.
Pendidikan Praktis sebagai Solusi
Selain beasiswa, JHL Foundation mendorong model pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik langsung di lahan pertanian. Jerry mengusulkan kerja sama antara UBB dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengelola lahan pertanian seluas sekitar 1.000 hektare selama 30 tahun. Lahan ini akan digunakan sebagai laboratorium pertanian terbuka, dimana mahasiswa dapat terlibat sejak awal dalam kegiatan pertanian mulai dari penanaman hingga aspek bisnis dan kewirausahaan.
Kelapa dipilih sebagai salah satu komoditas utama dalam program ini karena dapat ditanam dengan jarak yang memungkinkan pemanfaatan lahan di antaranya untuk tanaman jangka pendek seperti jagung, sayuran, dan vanili. Model pertanian terintegrasi ini memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata sekaligus hasil ekonomi selama masa studi.
Mengubah Citra Profesi Petani
Jerry juga menekankan pentingnya mengubah persepsi negatif terhadap profesi petani yang selama ini dianggap kurang menjanjikan dan kotor. Menurutnya, sektor pertanian modern memerlukan sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi dan mampu menguasai teknologi. Peningkatan akses pendidikan, informasi, dan teknologi menjadi kunci untuk menciptakan petani yang adaptif dan inovatif.
Harapan untuk Masa Depan Pertanian Indonesia
Melalui Beasiswa Kelapa dan program pendidikan terpadu ini, JHL Foundation berharap dapat mendorong lahirnya generasi petani baru yang tidak hanya mahir bercocok tanam, tetapi juga memiliki kemampuan ilmiah, teknologi, dan kewirausahaan. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional di masa depan.













Tinggalkan Balasan