Media Kampung, Arizona – Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di Grand Canyon National Park setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut pada akhir pekan lalu. Dua orang telah dipastikan meninggal dunia, sementara satu orang masih dinyatakan hilang hingga hari ini.

Banjir bandang terjadi pada Sabtu ketika hujan deras yang intens mengguyur wilayah utara Grand Canyon, terutama di sekitar Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, lokasi populer bagi para pendaki dan wisatawan. Aliran air bercampur batu dan puing menyapu area perkemahan dan jalur pendakian, menyebabkan kerusakan parah dan menyulitkan evakuasi.

Baca juga:

Menurut Dave Black, juru bicara National Park Service, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi puluhan pengunjung dengan bantuan helikopter dan tim darat. Hingga Senin, hanya tersisa satu orang yang belum ditemukan, dan pencarian terus diperluas mengingat tidak semua pendaki wajib memiliki izin resmi.

Korban meninggal diidentifikasi sebagai Dr. John Giusti (46) dan Brent Rosenkranz (42), keduanya berasal dari Texas. Seorang teman mereka, Timothy Allen Smith (53), masih dalam pencarian. Ketiganya masuk Grand Canyon pada Jumat dan berencana menjelajah serta berkemah di Bright Angel Campground sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga:

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem peringatan dini yang telah dipasang setelah kebakaran hutan tahun lalu. Sistem tersebut sempat memberikan peringatan atas kenaikan air di Bright Angel Creek, namun kemudian mengalami gangguan saat banjir bandang melanda, sehingga tidak dapat memberikan peringatan secara menyeluruh.

Hujan monsun yang masih mengguyur kawasan Arizona utara meningkatkan risiko banjir susulan, memperlambat operasi SAR dan menambah tantangan bagi tim penyelamat. Otoritas setempat masih terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban yang hilang dan memastikan keselamatan para pengunjung.

Baca juga:

Peristiwa banjir bandang ini menjadi salah satu bencana alam terparah yang pernah terjadi di Grand Canyon dalam beberapa tahun terakhir, mengingat tingginya curah hujan dalam waktu singkat dan kondisi tanah yang sulit menyerap air akibat kebakaran sebelumnya.

Para pendaki dan wisatawan diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca dan mengikuti instruksi dari otoritas taman nasional guna menghindari risiko yang tidak diinginkan saat menjelajah kawasan rawan bencana.