Media Kampung – Como 1907 menunjukkan potensi besar dalam memanfaatkan bola mati pada laga pembuka Serie A 2026/2027 melawan Udinese, berkat kemampuan eksekusi bola mati dari Luis Milla Manzanares, anak mantan pelatih Timnas Indonesia.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Bluenergy Stadium, Udine, Como berhasil mengamankan hasil imbang 1-1. Meskipun tertinggal lebih dulu oleh gol Hassane Kamara pada menit ke-29, Como mampu menyamakan kedudukan melalui Anastasios Douvikas pada menit ke-54. Gol tersebut lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh Luis Milla, yang mengirim bola ke dalam kotak penalti dan disambut sundulan Trevoh Chalobah.

Baca juga:

Penampilan Luis Milla Manzanares mendapat sorotan khusus karena kemampuan teknisnya dalam mengeksekusi bola mati yang dinilai mirip dengan gaya permainan Arsenal. Hal ini menunjukkan bahwa Como 1907 mulai berbahaya dengan strategi bola mati yang efektif, sebuah aspek penting dalam kompetisi tingkat tinggi seperti Serie A.

Selain itu, Como 1907 yang diasuh oleh Cesc Fabregas memulai musim ini dengan ambisi besar, termasuk persiapan untuk kompetisi Liga Champions. Luis Milla, yang merupakan putra dari mantan pelatih Timnas Indonesia dengan nama yang sama, langsung menjadi bagian dari starting XI untuk debutnya di liga musim ini bersama pemain baru lain seperti Trevoh Chalobah dan Yan Couto.

Baca juga:

Kemampuan Luis Milla dalam situasi bola mati bukan hanya menghidupkan peluang gol, tetapi juga menjadi salah satu senjata strategis yang dapat dimanfaatkan Como 1907 dalam perjalanan kompetisi musim ini. Keberhasilan dalam mengoptimalkan bola mati menjadi nilai tambah yang bisa mengangkat performa tim di kancah Serie A yang kompetitif.

Perkembangan ini sekaligus menarik perhatian pengamat sepak bola, khususnya di Indonesia, mengingat latar belakang Luis Milla yang memiliki hubungan erat dengan sepak bola Indonesia melalui ayahnya yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia. Potensi dan kualitasnya di kancah Eropa menjadi kabar baik bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan karier figur sepak bola nasional di luar negeri.

Baca juga:

Dengan hasil imbang ini, Como 1907 menunjukkan bahwa mereka siap bersaing dan memiliki kekuatan taktis yang bisa mengejutkan lawan, terutama lewat bola mati yang kini menjadi kekuatan utama berkat Luis Milla Manzanares.