Media Kampung, Pandeglang – Warga Kampung Heas, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, menggelar aksi gotong royong memperbaiki rumah tak layak huni milik Muhidin yang terletak dekat pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang. Aksi ini dilakukan pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kondisi rumah Muhidin yang memprihatinkan, dengan sebagian bangunan menggunakan bilik dan triplek sebagai tambalan, memicu kekhawatiran warga akan keselamatan penghuni yang terdiri dari Muhidin dan tiga anaknya. Karena bantuan yang dijanjikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) belum terealisasi, warga setempat memutuskan untuk bertindak secara swadaya.

Baca juga:

Gotong Royong sebagai Wujud Kepedulian

Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu membongkar dan memperbaiki bagian rumah yang rusak agar hunian tersebut menjadi lebih aman dan layak. Ketua RW 02, Tubagus Wahyudi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang tidak ingin menunggu bantuan lebih lama lagi, apalagi kondisi rumah semakin memburuk.

“Lagi dan lagi swadaya, mana ini program pemerintah,” ujar Wahyudi, mengkritik keterlambatan bantuan yang selama ini diharapkan oleh warga. Ia menambahkan, bahwa upaya gotong royong ini sekaligus menjadi cara warga memaknai kemerdekaan dengan membantu sesama yang membutuhkan.

Baca juga:

Memaknai Kemerdekaan dengan Aksi Nyata

Saat sebagian masyarakat merayakan hari kemerdekaan dengan berbagai kegiatan, warga Kampung Heas memilih untuk mengisi momen tersebut dengan aksi sosial yang berdampak langsung. Mereka berharap pemerintah dan lembaga terkait segera turun tangan menyelesaikan perbaikan rumah Muhidin agar tidak hanya mengandalkan swadaya masyarakat.

Aksi ini mengandung pesan moral penting bahwa kemerdekaan bukan hanya soal perayaan, tetapi juga memastikan seluruh warga dapat menikmati kehidupan yang aman dan layak, termasuk dalam hal hunian. Gotong royong yang dilakukan warga menjadi simbol kepedulian komunitas sekaligus kritik halus terhadap terlambatnya realisasi bantuan sosial.

Baca juga:

Kondisi dan Harapan Masyarakat

  • Rumah milik Muhidin terletak dekat pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang.
  • Kondisi bangunan rumah sangat tidak layak dan membahayakan penghuni.
  • Bantuan dari BAZNAS yang diajukan belum terealisasi hingga saat ini.
  • Warga melakukan perbaikan secara swadaya dengan peralatan seadanya.
  • Aksi ini juga menjadi bentuk refleksi dan makna kemerdekaan bagi masyarakat setempat.

Warga berharap agar pemerintah dan lembaga sosial dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi rumah tak layak huni di wilayah mereka. Bantuan yang tepat waktu dan efektif diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi ketimpangan sosial di daerah tersebut.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, warga Kampung Heas menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat diisi dengan aksi nyata yang memperkuat solidaritas dan kesejahteraan bersama.