Media Kampung, Dairi – Seorang pria berinisial KG (41) meninggal dunia setelah dianiaya pemilik kafe berinisial CT (51) di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Insiden terjadi pada Selasa (4/8) dan menjadi perhatian karena motifnya berkaitan dengan ketidakmauan korban membayar minuman keras yang sudah dipesan.

Kejadian bermula saat KG datang ke kafe milik CT bersama tiga rekannya untuk memesan minuman keras. Setelah beberapa waktu, ketiga rekannya pergi, sementara KG tetap berada di lokasi. Ketika kafe hendak ditutup, istri CT meminta KG membayar minuman yang sudah dipesan, namun korban tidak merespons, diduga karena dalam kondisi mabuk.

Baca juga:

Melihat hal tersebut, istri CT melaporkan kepada suaminya untuk menagih pembayaran. Alih-alih membayar, KG mengancam akan membakar kafe dan melontarkan kata-kata kasar kepada CT. Kejadian memanas ketika KG menarik kerah baju CT dan menyulutkan bara rokok ke tangan CT. Terpicu emosi, CT pun memukul KG berkali-kali hingga tersungkur ke tanah.

Setelah kemarahannya mereda, CT berusaha mengantar KG pulang, tetapi tidak mengetahui alamat korban. Warga sekitar pun menyarankan untuk meninggalkan KG di sebuah gubuk yang memang sering digunakan korban untuk tidur saat mabuk. CT kemudian pulang ke rumah.

Baca juga:

Keesokan paginya, CT mendapat kabar dari istrinya bahwa warga mengerumuni KG yang tergeletak di gubuk. Saat dicek, korban sudah meninggal dunia. CT segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Fakta Pendukung

  • KG sering membayar minuman tidak sesuai tagihan atau tidak membayar sama sekali di kafe milik CT.
  • Korban kerap membuat keributan yang mengganggu pengunjung lain di kafe tersebut.

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan menyatakan kasus ini tengah dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk memastikan semua fakta terkait kejadian tersebut. Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya penyelesaian masalah secara damai dan sesuai hukum.

Baca juga:

Peristiwa ini juga menyoroti kondisi pengelolaan kafe dan keamanan pengunjung, serta perlunya kesadaran akan tanggung jawab dalam membayar konsumsi di tempat umum. Masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran agar konflik serupa tidak terulang dan dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik.