Media Kampung – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menjalin kemitraan dengan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai daerah untuk menyiapkan lulusan sebagai mekanik truk yang kompeten dan siap kerja. Program ini bertujuan mencetak tenaga mekanik kendaraan niaga yang sesuai kebutuhan industri dengan target 200 lulusan pada tahun 2027.
Melalui inisiatif Hino Indonesia Partnership School (HIPS), perusahaan tidak hanya menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan melakukan investasi jangka panjang demi kemajuan industri transportasi di Indonesia. Susilo Darmawan, Sales After Sales Director PT HMSI, menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir Hino aktif mengembangkan kerjasama dengan SMK untuk menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan industri. Hal ini meliputi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media praktik, serta kesempatan magang bagi siswa.
Penguatan Kurikulum dan Kompetensi Mekanik
Materi pembelajaran yang sebelumnya hanya bagian dari ekstrakurikuler kini diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kendaraan niaga. Hal ini penting mengingat sebagian besar SMK masih fokus pada kendaraan ringan, sedangkan industri kendaraan niaga memerlukan tenaga mekanik yang memahami karakter kendaraan besar dan truk.
Piter Andre, Kepala Divisi Hino Academy Customer Center PT HMSI, menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut. Keterbatasan kompetensi teknologi kendaraan besar di pendidikan vokasi menjadi alasan utama dilakukannya program ini.
Jangkauan Program dan Dampak
Program HIPS telah berjalan di delapan SMK yang tersebar di Tangerang, Yogyakarta, Kulon Progo, Sumatera Selatan, Jawa Timur, hingga Makassar. Lebih dari 350 lulusan SMK yang mengikuti program ini telah bergabung dan bekerja di jaringan Hino di seluruh Indonesia.
Ke depan, Hino menargetkan sekitar 200 siswa akan lulus dari kelas industri Hino pada tahun 2027. Lulusan ini diharapkan siap menghadapi perkembangan teknologi di industri kendaraan niaga serta mendukung keselamatan transportasi melalui perawatan kendaraan yang sesuai standar.
Peran Pendidikan Vokasi dalam Industri Transportasi
Peningkatan kualitas pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor kendaraan niaga yang terus berkembang. Melalui program kemitraan ini, Hino berupaya memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan SMK sehingga menghasilkan tenaga mekanik yang profesional dan siap pakai.
Langkah ini juga berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional transportasi di Indonesia dengan memastikan kendaraan niaga mendapatkan perawatan dan servis dari mekanik yang terlatih dan memahami standar industri.














Tinggalkan Balasan