Media Kampung – Pertandingan leg pertama babak kualifikasi ketiga Liga Champions UEFA antara Olympiakos Piraeus dan NEC Nijmegen berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh kejutan. Pelatih Olympiakos, José Luis Mendilibar, mengaku terkejut dengan performa agresif dan energi tinggi yang ditunjukkan NEC, yang dipimpin oleh pelatih Dick Schreuder.
Mendilibar menyatakan bahwa timnya menghadapi kesulitan besar dalam duel satu lawan satu dan peluang mencetak gol, yang menjadi kunci kemenangan NEC pada pertandingan tersebut. Menurutnya, NEC tampil lebih cepat dan agresif, sementara Olympiakos harus memperbaiki agresivitas dan kecerdasan dalam menghadapi wasit di leg kedua yang akan berlangsung di De Goffert pekan depan.
Di sisi lain, NEC sempat kehilangan salah satu pemain kuncinya, Kodai Sano, yang menolak bermain pada laga tersebut setelah mencapai kesepakatan transfer dengan PSV Eindhoven. Pelatih Dick Schreuder mengungkapkan bahwa keputusan Sano untuk tidak bermain didasarkan pada kondisi fisik dan mentalnya yang kurang siap, sehingga tim harus fokus dengan pemain lain untuk pertandingan tersebut.
Selain itu, gelandang bertahan NEC, Darko Nejasmic, mendapatkan pujian luar biasa dari para suporter kedua tim dan komentator karena penampilannya yang solid dalam menjaga pertahanan. Nejasmic mencatatkan sejumlah tekel penting dan memenangkan semua duel individunya selama babak pertama, sehingga para penggemar berharap klub segera memperpanjang kontraknya yang akan habis musim depan.
Olympiakos yang sedang menjalani musim kompetitif pertamanya setelah pramusim yang kurang memuaskan, berusaha keras untuk membalikkan keadaan pada leg kedua. Sedangkan NEC, yang kembali berkompetisi di kualifikasi Eropa setelah lama absen, menunjukkan bahwa mereka siap memberikan perlawanan sengit dengan gaya bermain menyerang ala Schreuder.
Leg kedua kualifikasi ini akan menjadi penentu siapa yang akan melangkah ke fase grup Liga Champions musim ini. Dengan skor imbang 0-0 pada leg pertama, laga di De Goffert diprediksi berlangsung sangat kompetitif dan penuh strategi dari kedua pelatih.















Tinggalkan Balasan