Media Kampung – Pertandingan babak kualifikasi ketiga Liga Champions UEFA musim 2026-2027 akan mempertemukan Hapoel Beer Sheva dengan Red Star Belgrade. Laga ini menjadi salah satu penentu tim yang akan melaju ke babak playoff dan berpeluang masuk ke fase grup kompetisi elit Eropa tersebut.
Pertandingan leg pertama akan digelar di Stadion Haladas Sportkomplexum, Szombathely, Hungaria, pada Selasa malam, pukul 19.30 waktu setempat (00.30 WIB Rabu dini hari). UEFA menetapkan venue netral ini karena situasi geopolitik yang tidak stabil di Timur Tengah, sehingga pertandingan kandang tim Israel, Hapoel Beer Sheva, tidak dapat berlangsung di negaranya.
Hapoel Beer Sheva, juara Liga Utama Israel musim lalu setelah menanti delapan tahun, menghadapi tantangan berat. Mereka baru saja membalikkan keadaan melawan Vikingur Reykjavik di babak kualifikasi sebelumnya dengan agregat 3-2 setelah kalah di leg pertama. Tim asuhan pelatih Kozuch ini mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Marciano sebagai kiper, dan lini depan yang diperkuat oleh East, Zlatanovic, dan Ahmed.
Di sisi lain, Red Star Belgrade tampil impresif pada babak kedua kualifikasi. Setelah membantai Larne dengan agregat 9-0, Red Star yang dilatih Dejan Stankovic menunjukkan ambisi kuat melaju ke fase grup. Formasi 4-3-2-1 dengan pemain seperti Katai, Arnautovic, dan Cham menjadi andalan mereka. Red Star juga tampil meyakinkan di liga domestik Serbia dengan kemenangan besar di awal musim.
Babak kualifikasi Liga Champions musim ini sangat ketat, mengingat hanya tujuh tempat tersisa untuk melengkapi 36 klub di fase grup. Pemenang antara Hapoel Beer Sheva dan Red Star akan berhadapan dengan pemenang lain di babak playoff untuk menentukan tiket ke kompetisi utama.
Selain itu, babak kualifikasi lain juga menghadirkan pertandingan menarik seperti Celtic melawan LASK dan kemungkinan bentrok antara Fenerbahce dan Lyon di babak playoff. Klub-klub seperti Bodø/Glimt dan Union Saint-Gilloise juga menunjukkan performa menjanjikan dalam upaya mereka mencapai fase grup.
Situasi keamanan di Timur Tengah tetap menjadi perhatian, dengan Hapoel Beer Sheva terus menggelar pertandingan kandang di venue netral. Namun, semangat juang dan kualitas kedua klub menjanjikan pertandingan yang menarik dan kompetitif.
Seluruh penggemar sepak bola Eropa menantikan hasil pertandingan ini yang akan menentukan kelanjutan perjalanan kedua klub di Liga Champions musim 2026-2027.















Tinggalkan Balasan