Media Kampung – Perubahan warna ASI menjadi pink atau hijau sering membuat ibu khawatir mengenai keamanan ASI untuk bayi. Namun, kondisi ini pada umumnya normal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti makanan, suplemen, atau kondisi payudara ibu selama menyusui.

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Menyusui, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa warna ASI tidak selalu mencerminkan masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa warna ASI yang sering ditemui beserta penyebabnya:

Baca juga:
  • Kuning: Merupakan kolostrum yang diproduksi pada hari-hari pertama setelah melahirkan, kaya beta karoten dan imunoglobulin untuk melindungi bayi.
  • Putih kental atau krem: Dikenal sebagai hindmilk, keluar di akhir sesi menyusui dengan kandungan lemak tinggi untuk membuat bayi kenyang.
  • Bening agak kebiruan: Foremilk yang keluar di awal menyusui, kaya karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antibodi meski rendah lemak.
  • Hijau: Biasanya dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, atau suplemen yang dikonsumsi ibu.
  • Pink atau kemerahan: Bisa terjadi karena adanya darah bercampur dalam ASI, misalnya akibat puting lecet atau kondisi Rusty Pipe Syndrome di awal menyusui.

Meski sebagian besar variasi warna ASI ini tidak berbahaya dan aman diberikan pada bayi, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai dan perlu segera konsultasi ke dokter, antara lain:

Baca juga:
  • Warna ASI berubah menjadi hitam atau coklat tua.
  • Perubahan warna yang menetap dan tidak membaik.
  • Disertai dengan nyeri pada payudara atau demam.
  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Keluarnya darah dalam jumlah banyak.

dr. Aisya menegaskan bahwa warna ASI tidak bisa dijadikan patokan kualitas ASI. Jika perubahan warna terjadi secara tiba-tiba, menetap, atau disertai keluhan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi.

Baca juga: