Media Kampung, Denpasar – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meninjau fasilitas Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, pada 20 Oktober 2026, dan berdialog dengan para alumni yang akan bekerja ke luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara Kementerian P2MI dan institusi pendidikan dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten, serta memahami jalur migrasi kerja yang aman.
Dalam pernyataannya, Menteri Mukhtarudin menekankan pentingnya keberadaan Migrant Center sebagai ruang informasi dan konsultasi bagi mahasiswa dan alumni. “Pelindungan Pekerja Migran harus dimulai sejak seseorang mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri, selama bekerja, hingga setelah kembali ke tanah air,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa calon pekerja migran perlu dibekali dengan kompetensi, pengetahuan, kemampuan bahasa, serta pemahaman mengenai hak dan kewajibannya. Ini menjadi semakin penting bagi lulusan bidang kesehatan, mengingat peluang kerja bagi tenaga kesehatan di berbagai negara semakin terbuka.
“Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar memiliki peran penting. Fasilitas ini membantu mahasiswa dan alumni mendapatkan informasi akurat mengenai peluang kerja, persyaratan, dan prosedur penempatan,” jelas Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin juga mengingatkan bahwa proses keberangkatan ke luar negeri harus melalui jalur resmi dengan memastikan semua dokumen dan prosesnya benar. “Pahami isi perjanjian kerja dan hak serta kewajiban Anda sebelum mengambil keputusan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Menteri berharap kompetensi yang diperoleh alumni Poltekkes terus berkembang sesuai dengan standar negara tujuan. Hal ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri tetapi juga membawa nama baik pendidikan dan tenaga kesehatan Indonesia di tingkat global.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Yuli Farianti juga mendukung inisiatif ini, menekankan pentingnya penyiapan tenaga kesehatan yang mampu berkiprah di dunia internasional. Saat ini, Kementerian Kesehatan memiliki 38 Poltekkes yang tersebar di 34 provinsi dan telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara, termasuk Jerman, Jepang, dan Arab Saudi.
Yuli mendorong lulusan D3 dan D4 untuk lebih banyak terjun sebagai tenaga perawat, sesuai dengan kualifikasi pendidikan mereka. Ia juga menekankan pentingnya pembekalan sebelum bekerja di luar negeri, yang mencakup kemampuan bahasa serta pemahaman budaya dan lingkungan kerja di negara tujuan.
Dengan adanya Bali Overseas Nursing Center (BONC) yang dikembangkan menjadi Global Career Center, diharapkan lulusan Poltekkes dapat lebih siap menghadapi pasar kerja internasional. Kementerian Kesehatan juga berencana mengembangkan sistem Migrant Center yang lebih terintegrasi dan terpusat, agar data lulusan dan kebutuhan tenaga kesehatan di luar negeri dapat dikelola dengan lebih baik.















Tinggalkan Balasan