Media Kampung – Sejak awal Juni hingga 22 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung mencatat 42 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terbakar mencapai 82 hektare. Kejadian ini tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Fenomena El Nino dan Kondisi Cuaca
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Babel, Agus Afandi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Bangka Belitung masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Meskipun beberapa wilayah diperkirakan akan mengalami hujan, potensi kebakaran lahan tetap tinggi. Berdasarkan peta potensi kebakaran, wilayah ini masih dikategorikan sangat rawan (very high) terhadap karhutla.
Sebaran Titik Api
Agus menyampaikan bahwa sebaran titik api paling banyak ditemukan di kawasan pesisir barat Pulau Bangka, meliputi daerah Mentok, Tempilang, Gusung, hingga Toboali. Titik api juga terpantau di pesisir timur Pulau Bangka serta di Pulau Belitung. Kabupaten Belitung Timur menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak dengan 17 kasus kebakaran hutan dan lahan sejak awal Juni 2026.
Penyebab Kebakaran
Menurut Agus Afandi, penyebab utama kebakaran lahan ini sebagian besar berasal dari aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dan pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Pengalaman Warga
Warga Lintas Timur, Sungailiat, Ridwan, mengungkapkan bahwa kebakaran lahan di wilayahnya sudah menjadi peristiwa yang rutin terjadi setiap tahun. Ia menyebutkan bahwa kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan menjadi salah satu pemicu kebakaran yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Upaya dan Tantangan
Meski hujan diperkirakan turun di beberapa daerah, ancaman karhutla masih belum hilang sepenuhnya. Oleh karena itu, perhatian dan kewaspadaan masyarakat serta pihak terkait tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran lahan yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat di Bangka Belitung.















Tinggalkan Balasan