Media Kampung, Medan – PT Pelindo Multi Terminal bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar program pelatihan dan pendampingan vokasi bagi masyarakat di enam kelurahan Kecamatan Medan Belawan. Program ini mencakup pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan dan peracikan minuman kopi (barista).
Peserta dibekali keterampilan teknis seperti pengolahan hasil laut, pengemasan, teknik barista, manual brew, dan pelayanan pelanggan. Tujuannya, peserta siap bekerja atau berwirausaha. Vice President TJSL PT Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan bahwa pelatihan tidak berhenti setelah peserta lulus, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan menjadi usaha.
“Khusus pelatihan hasil laut, setelah selesai pelatihan kita masih ada program lanjutan. Tetap berkoordinasi dengan BBPVP, karena hasil pelatihan ini tinggal dipraktikkan,” ujar Zulhendri dalam keterangan yang diterima, Sabtu 24 Juli 2026.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan. “Harapannya adik-adik bisa menjadi pionir, bahkan nantinya mampu menampung teman-teman lain yang belum memiliki pekerjaan,” katanya.
Proses rekrutmen peserta dilakukan sejak akhir Juni bekerja sama dengan BMM, BBPVP Medan, Kecamatan Medan Belawan, dan Port Social Community (PSC). Seluruh peserta merupakan masyarakat Kecamatan Medan Belawan dengan kategori usia produktif dan belum bekerja.
Kepala BBPVP Medan, Amran, mengatakan pelatihan dirancang untuk membentuk kompetensi teknis sekaligus karakter kerja sesuai standar industri. Ia juga mengajak peserta membangun jiwa kewirausahaan. “Jangan hanya berpikir menjadi pegawai. Kita membutuhkan lebih banyak wirausaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan,” kata Amran.
Selaku mitra pelaksana, Lembaga Amil Zakat Nasional BMM Sumatera Utara berperan sebagai fasilitator program. Head Regional Office BMM Sumatera Utara, Budi Syahputra, mengatakan peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan, mulai dari pengurusan legalitas usaha hingga strategi pemasaran produk. “Selain sertifikasi seperti NIB, halal, dan PIRT, nanti juga akan didorong strategi pemasarannya. Kami memiliki tim pendamping yang bisa membantu teman-teman memasarkan produknya,” ujar Budi.














