Media Kampung, Serang – Polda Banten hingga saat ini belum menemukan alat bukti yang mengarah pada keterlibatan Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap aktivis Fuk Tjhong alias Uun. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea, pada Rabu (22/7/2026).

“Kaitan dengan Ketua DPRD, sementara belum ada yang mengarah ke situ. Penyidikan baru mengarah kepada orang-orang yang berada di TKP dan diduga melakukan penganiayaan serta penculikan,” ujar Maruli saat dihubungi.

Baca juga:

Kronologi dan Perkembangan Penyidikan

Peristiwa penculikan terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Kampung Babakan Pulo, Kelurahan Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Sekelompok orang diduga mendatangi korban, melakukan kekerasan, lalu membawanya menggunakan kendaraan menuju kediaman Ketua DPRD Lebak untuk meminta maaf atas kritik yang disampaikan.

Polda Banten telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/313/VI/SPKT/II.DITRESKRIMUM/2026/ POLDA BANTEN tertanggal 19 Juli 2026. Tim Ditreskrimum telah melakukan olah TKP, visum, pemeriksaan saksi, dan menyita barang bukti seperti rekaman video, ponsel, serta celana korban.

Baca juga:

Satu Tersangka Ditahan, Pelaku Lain Diburu

Hingga saat ini, penyidik baru menetapkan satu orang tersangka berinisial AS. Ia ditangkap sehari sebelumnya dan langsung diperiksa secara intensif. “Baru satu orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Yang lainnya masih dalam pengejaran,” tegas Maruli.

Penyidik terus memburu pihak lain yang diduga terlibat berdasarkan keterangan korban, saksi, dan rekaman video. Maruli memastikan seluruh pihak yang terbukti bersalah akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Baca juga:

Konteks: Keterlibatan Ketua DPRD Masih Didalami

Meski korban dibawa ke rumah Ketua DPRD Lebak, polisi belum menemukan bukti keterlibatan Juwita Wulandari. Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan tokoh politik daerah. Polda Banten berkomitmen mengusut tuntas perkara ini.