Media Kampung, Medan – Laboratorium Forensik Polda Sumut akan melakukan uji kebocoran (leak test) pada seluruh lantai rumah nomor 3B di Perumahan Grand Polonia, Medan, yang menjadi lokasi ledakan pada Senin (20/7) lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan titik kebocoran pipa gas yang diduga menjadi penyebab ledakan yang menewaskan tiga orang.
Proses Uji Kebocoran
Kasubdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan bahwa uji kebocoran akan dilakukan pada Rabu (22/7) untuk memverifikasi dugaan kebocoran gas di dalam pipa yang tertanam di dinding. “Besok kita akan lakukan leak test untuk memastikan memang di sini bocor. Lalu nanti kita akan bongkar untuk memastikan di pipa mana,” ujar Roy di lokasi, Selasa (21/7).
Roy menambahkan bahwa proses identifikasi titik kebocoran tidak mudah karena pipa gas tertanam di dalam tembok. “Jadi makanya kita akan coba, karena tidak mudah karena dia ada semua di dalam tembok. Itu kesulitannya yang harus kita lakukan besok,” jelasnya.
Kerusakan Terparah di Lantai 2
Ledakan menyebabkan kerusakan paling parah di lantai 2 rumah tersebut. Namun, Roy menjelaskan bahwa hal itu tidak berarti sumber kebocoran berada di lantai 2. Gas metana memiliki sifat naik ke atas, sehingga kebocoran bisa saja berasal dari lantai 1 dan kemudian gas naik ke lantai 2 melalui void (ruang kosong). Konsentrasi gas yang lebih besar di lantai 2 menyebabkan ledakan di area tersebut lebih dahsyat.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan pemicu ledakan. Namun, ditemukan dupa di dalam rumah yang diduga dapat menjadi sumber api yang memicu ledakan. Sebelumnya, ledakan terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara adalah kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah perumahan. Tujuh orang menjadi korban, dengan rincian empat orang selamat dan tiga orang tewas. Seluruh korban telah dievakuasi.
Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan memastikan keselamatan warga sekitar.














