Media Kampung, Meulaboh – Seluruh madrasah di Kabupaten Aceh Barat menyatakan kesiapan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Kurikulum yang diinisiasi Kementerian Agama ini bertujuan memperkuat nilai kasih sayang, toleransi, empati, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam proses pembelajaran.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Suhadi, S.Ag, mengatakan penerapan KBC merupakan respons terhadap tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, nilai kasih sayang, saling menghormati, dan kepedulian antarsesama mulai mengalami penurunan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami ingin membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, penuh kasih sayang, toleransi, dan menghargai perbedaan,” ujar Suhadi di Meulaboh, Rabu (22/7/2026).
Perbedaan dengan Kurikulum Sebelumnya
Suhadi menjelaskan, perbedaan utama KBC dengan kurikulum sebelumnya terletak pada penguatan nilai-nilai kasih sayang dalam setiap proses pembelajaran. Kurikulum sebelumnya lebih menitikberatkan pada penguasaan konsep dan teori, sedangkan KBC tetap mempertahankan penguatan akademik yang telah berjalan dengan menambahkan pendekatan pembelajaran berbasis cinta.
Kurikulum ini dirancang inklusif, memberikan ruang kepada peserta didik untuk memahami, menerima, serta menghargai keberagaman. Proses pembelajaran tidak hanya menekankan aspek penguasaan materi, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai cinta, empati, keadilan sosial, dan kebersamaan secara sistematis sejak usia dini.
Persiapan Guru
Sejak diluncurkan Kementerian Agama pada tahun 2025, para guru madrasah telah mendapatkan berbagai pelatihan sebagai bekal mengimplementasikan KBC. Di Kabupaten Aceh Barat, pembekalan dilakukan oleh Seksi Pendidikan Madrasah bersama Kelompok Kerja Kepala Madrasah melalui serangkaian kegiatan peningkatan kompetensi guru sepanjang tahun 2025.
“Alhamdulillah, seluruh madrasah di Aceh Barat sudah siap melaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta pada tahun pelajaran 2026/2027 karena para guru telah memperoleh pembekalan yang memadai,” kata Suhadi.
Melalui implementasi kurikulum tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis dengan mengedepankan sikap ramah, bersahabat, serta mampu mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai karakter peserta didik. Nilai-nilai cinta diintegrasikan ke dalam seluruh mata pelajaran sehingga proses pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang berprestasi, tetapi juga berkarakter, toleran, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.













