Media Kampung – Harga minyak mentah dunia ditutup menguat lebih dari 1 persen pada Senin (20/7/2026), didorong oleh ekspektasi dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sementara itu, harga nikel dan timah justru melemah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik USD 1,12 atau 1,3 persen menjadi USD 89,22 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 74 sen atau 0,9 persen ke level USD 83,23 per barel.
Analis Pasar Senior Capital.com, Daniela Hathorn, mengatakan bahwa prospek perundingan AS-Iran telah mengurangi kekhawatiran jangka pendek mengenai gangguan pasokan minyak dan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, konflik di Timur Tengah masih jauh dari selesai. AS diketahui telah melancarkan serangan ke Iran selama sembilan malam berturut-turut pada akhir pekan lalu, sementara Kuwait dan Bahrain melaporkan serangan baru dari Iran.
Pergerakan Komoditas Lainnya
CPO
Harga minyak sawit mentah (CPO) untuk kontrak Agustus turun 0,35 persen ke level MYR 4.552 per ton, berdasarkan data Barchart.
Batu Bara
Berbeda dengan minyak, harga batu bara berjangka Newcastle justru menguat 0,30 persen ke level USD 133,75 per ton untuk kontrak Agustus.
Nikel
Harga nikel di London Metal Exchange (LME) turun 0,19 persen menjadi USD 16.929 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah melemah 0,66 persen ke level USD 52.878 per ton di LME.
Pergerakan harga komoditas ini mencerminkan dinamika geopolitik dan permintaan pasar global. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan perundingan AS-Iran serta data ekonomi global yang dapat memengaruhi harga komoditas ke depan.















Tinggalkan Balasan